Kisah Sukses Pendiri Mixue Zhang Hongchao, Bermodal Tabungan Nenek

Image title
28 Desember 2022, 12:34
Pendiri Mixue Zhong Hongchao
Berbagai Sumber
Pendiri Mixue Zhong Hongchao

ZIGI – Gerai es krim dan minuman Mixue tengah viral di Indonesia. Pasalnya, minuman asal China ini sudah ada di setiap daerah di Indonesia. Bukan masalah setiap tikungan ada, Mixue juga dikenal dengan cita rasanya yang lezat.

Di balik suksesnya Mixue, rupanya ada tangan seorang pria berdarah Tiongkok bernama Zhang Hongchao. Ia memiliki ide untuk membuka usaha saat dirinya masih menjadi seorang mahasiswa. Lantas bagaimana kisah Zhang Hongchao hingga Mixue sukses di berbagai negara? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: Kisah Sukses Ermey Trisniarty, Pemilik Dapur Cokelat Berawal dari Hobi

1. Diawali Pada Tahun 1997

Ilustrasi Pendiri Mixue
Photo : MXBC
Ilustrasi Pendiri Mixue

Melansir dari laman resmi FoodTalks, Mixue tidak berdiri baru-baru ini melainkan sudah hampir dua dekade terakhir. Awalnya, Zhang Hongchao masih duduk di bangku kuliah tahun keempat di Zhengzhou, China pada tahun 1997. 

Sambil kuliah, Hongchao rupanya bekerja di sebuah toko minuman dingin yang sudah populer di China yakni es serut. Selama bekerja di toko minuman itu, Hongchao menemukan peluang bisnis dan akhirnya mendirikan bisnis sendiri.

Bisnis yang didirikan seperti halnya tempat ia bekerja paruh waktu saat kuliah. Namun, Hongchao baru menekuni bisnisnya dengan sungguh-sungguh saat lulus kuliah.

2. Modal dari Nenek

Ilustrasi Mixue
Photo : Instagram/@mixueindonesia
Ilustrasi Mixue

Mendengar cucunya memiliki ide untuk memiliki bisnis, akhirnya sang nenek mengeluarkan tabungannya. Uang yang diberikan kepada cucunya sekitar 4 ribu yuan (sekitar US$ 483 atau Rp7,5 juta pada tahun itu). Uang tersebut murni bentuk dukungan nenek kepada cucunya.

Setelah mengantongi modal dan lulus dari universitas, Zhang Hongchao kembali lagi ke Zengzhou dan mencari sebuah daerah perkotaan kecil untuk membuka gerai. Dari situ, Hongchou memulai bisnis es serutnya yang bernama ‘Es Serut Aliran Dingin’.

Awalnya gerai minuman Hongchao masih sangat sederhana. Dalam gerai itu hanya ada lemari es, bangku dan meja lipat. Bahkan mesin serut yang digunakan di gerainya dirakit sendiri oleh Hongchao dengan membeli motor, turnable dan cutter.

Awalnya, Hongchao menjual es serut, es krim dan smoothies. Setelah bisnisnya mulai membaik, Hongchao mulai menjual teh susu di gerai minumannya.

 

3. Ubah Nama Jadi Mixue

Ilustrasi Mixue
Photo : Instagram/@mixueindonesia
Ilustrasi Mixue

Melalui bisnisnya ini, Hongchao berhasil menerima pendapatan sekitar 100 yuan (Rp225 ribu) per hari. Sayangnya, bisnis tersebut mulai alami masalah ketika memasuki musim dingin. Kendati demikian, Hongchao tidak patah semangat dan akhirnya membuka toko kedua setelah satu tahun berdiri.

Toko minuman tersebut akhirnya resmi dirubah Hongchao menjadi Mixue Bingcheng. Dalam bahasa China, Mixue Bingcheng memiliki arti ‘Kastil es yang dibangun dengan salju yang manis’.

4. Buka Restoran Barat

Ilustrasi Pendiri Mixue
Photo : MXBC
Ilustrasi Pendiri Mixue

Setelah bisnis minumannya laris, Hongchao akhirnya membuka restoran China dan Barat pada tahun 2000. Restoran tersebut merupakan bentuk kerja sama dengan yang lain di mana makanan yang ditawarkan berupa masakan rumahan.

Sayangnya, bisnis restoran ini tidak bisa bertahan lama hingga akhirnya Hongchao menutupnya secara pemanen. Kemudian ia kembali membuka bisnis restoran dengan masakan rumahan pada tahun 2003, terjadi lagi bahwa restoran ini juga tidak bisa bertahan lama.

5. Buka Kedai Es Krim

Ilustrasi Pendiri Mixue
Photo : MXBC
Ilustrasi Pendiri Mixue

Setelah melalui berbagai peluang bisnis, Hongchao akhirnya membuka bisnis es krim. Bermula pada tahun 2006 di mana es krim cone dari Jepang mulai bermunculan di Zengzhou. Sebab bentuknya yang menyerupai obor, es krim tersebut muncul bertepatan dengan Olimpiade Beijing 2008.

Akibatnya, es krim cone itu yang awalnya satu atau dua yuan terjual dengan harga naik lima atau sepuluh kali lipat. Melihat peluang bisnis ini, Hongchao akhirnya membuka gerai di sebelah restoran dengan nama yang sama, Mixue Bingcheng. 

Kala itu, Hongchao menetapkan harga es krimnya sekitar 2 yuan di mana toko lain menetapkan harga 10 yuan. Hasilnya, es krim Mixue Bingcheng laris manis dan banyak pelanggan yang mengantre.

6. Buka Bisnis Waralaba

Ilustrasi Pendiri Mixue
Photo : MXBC
Ilustrasi Pendiri Mixue

Melihat bisnis es krimnya yang berkembang pesat, Hongchao akhirnya membuka hak waralaba pada tahun 2007. Kala itu, lusinan toko sudah dibuka secara cepat di provinsi Henan, China di mana kantor pusat Mixue Bingcheng berada.

Kemudian pada tahun 2008, Hongchao secara resmi membuka perusahaan Mixue Bingcheng di mana ada toko waralaba lebih dari 180 buah. 

 

7. Berekpansi ke Luar Negeri

Ilustrasi Mixue
Photo : Instagram/@mixueindonesia
Ilustrasi Mixue

Setelah sukses di China, Hongchao akhirnya membuka ekspansi bisnisnya ke luar negei. Pada tahun 2018, Mixue Bingcheng masuk ke pasar Vietnam dengan membuka toko pertamanya di Hanoi. Alasan selalu ramai pembeli karena Hongchao juga menyesuaikan unsur lokal.

Seperti halnya ketika membuka Mixue di Mesir, Hongchao memperhatikan unsur lokal di mana ia menggantungkan buah kelapa dan buah-buahan lainnya di luar toko. Sebab gaya sederhana dan mengikuti unsur lokal, Mixue memiliki lebih dari 500 toko di luar negeri.

Pada tahun 2019, toko Mixue Bingcheng akhirnya memiliki lebih dari 9 ribu toko di seluruh dunia. Begitu pula di Indonesia. Sementara di Indonesia, Mixue pertama kali hadir pada tahun 2020 dengan toko pertamanya di Cihampelas Walk, Bandung. Hingga Maret 2022, toko Mixue di Indonesia sudah mencapai 317 gerai dan kemungkinan akan bertambah setiap harinya.

8. Memanfaatkan Internet

Ilustrasi Mixue
Photo : Instagram/@mixueindonesia
Ilustrasi Mixue

Mixue Bingcheng benar-benar sukses di lokal maupun luar negeri. Bahkan di negara tempat asalnya, Mixue Bingcheng sudah memiliki 10 ribu gerai. Menyiasati adanya pandemi Covid-19 yang kala itu merajalela, Mixue akhirnya memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan internet.

Pada Juli 2020, Mixue mulai mengeluarkan lagu khusus yang mulai diputar di TV dan toko offline nasional. Pada 3 Juni 2021, lagu tema tersebut dirilis di sejumlah platform media sosial seperti Weibo, Bilibili dan TikTok.

Bukan hanya China, agar menarik pembeli kemudian Mixue juga membuat lagu tema dengan berbagai negara. Di antara lagu tema tersebut dengan suara versi Jepang, Rusia hingga dengan genre HipHop alias Rap. 

Nah, demikian kisah Zhong HongChao yang akhirnya sukses mendirikan gerai es krimnya, Mixue Bingcheng. Hingga sekarang, gerai Mixue sudah bisa ditemui di Indonesia. Sementara untuk sertifikat halal, pihak Mixue mengatakan sedang tahap proses.

Baca Juga: Kisah Lee-su Jin, Dulu Cleaning Service Sekarang Biliuner Korsel

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...