5 Tips Bangun Dana Darurat yang Ideal Menurut Kemenkeu
ZIGI – Dalam mengelola keuangan, biasanya kamu diminta menyisihkan penghasilan untuk dana darurat. Hal itu berguna jika kamu tiba-tiba mengalami kondisi keuangan yang tidak stabil.
Berdasarkan hasil survey Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam laporan OECD/INFE 2020 International Survey of Adult Fnansical Literacy menunjukkan bahwa hampir separuh penduduk Indonesia (46 persen) hanya bisa bertahan selama seminggu apabila terjadi krisis.
Melihat kondisi ini, dana darurat dibutuhkan untuk keperluan mendadak dalam jangka tertentu. Berikut cara merancang dana darurat secara ideal versi Kementerian Keuangan. Yuk simak ulasannya di bawah ini!
Baca Juga: 5 Aset Lebih Menguntungkan dari Cash Versi Felicia Putri Tjiasaka
1. Lakukan Pengecekan Finansial
Melansir dari Media Keuangan Kementerian Keuangan, kebutuhan dana darurat harus dicek terlebih dahulu biaya pengeluaran rutin setiap bulannya. Untuk langkah yang perlu dilakukan merencanakan dana darurat adalah pengecekan finansial.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah penghasilan, pengeluaran, cicilan uang, asuransi dan tagihan. Apabila sudah mengecek finansial setiap bulannya terkait hal-hal di atas, maka kamu akan memiliki gambaran seberapa sehat dan kuat keuanganmu.
2. Rencanakan Secara Bertahap
Setelah mengetahui besaran dana darurat yang ideal untuk kamu, maka bangunlah dana darurat secara bertahap. Kamu bisa buka rekening yang khusus digunakan untuk dana darurat saja. Sebaiknya pisahkan dengan rekening untuk kebutuhan lainnya karena takut uang terpakai.
Apabila memiliki pemasukan ekstra misal kan dari berbisnis atau sejenisnya, sebaiknya alokasikan dana itu lebih banyak untuk dana darurat. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apakah uang tersebut bertambah atau berkurang. Fokus terhadap target dana darurat yang ideal maka kamu bisa meraihnya dengan cepat.
3. Pisahkan Rekening
Seperti yang sudah disinggung pada poin kedua, alangkah baiknya untuk memisahkan rekening dana darurat dengan kebutuhan sehari-hari maupun tabungan. Gunakan rekening yang bertujuan untuk dana darurat yang mudah diakses dan cepat pencairannya.
Kamu bisa memanfaatkan tabungan biasa, tabungan deposito, reksadana pasar uang atau logam mulia. Perlu diingat, keempat pilihan itu juga memiliki karakter yang berbeda sehingga kamu bisa melihat secara cermat berapa persen keuntungan dari masing-masing produk di atas.
4. Masukkan dalam Budgetting
Tentukan besaran tabungan dana darurat yang ingin kamu simpan setiap bulannya. Masukkan tabungan dana darurat tersebut ke budgeting bulanan. Bagi kamu yang memiliki penghasilan tetap, bisa memasukkan tabungan dana darurat setiap awal bulan.
Kenapa tidak dianjurkan di akhir bulan? Hindari tabungan dana darurat adalah sisa dari segala kebutuhan yang bakal kamu habiskan setiap bulannya. Justru ini cara yang salah melainkan siapkan tabungan itu sejak kamu menerima gaji atau uang masuk.
5. Disiplin
Dalam upaya membangun dana darurat agar memenuhi jumlah yang ideal bukan langkah yang mudah. Butuh kedisiplinan untuk mencapai target tersebut. Terlebih penggunaan dana darurat tidak boleh secara sembarangan.
Meski dalam keadaan krisis dan masih bisa mengatasi masalah finansial bulanan kamu, berharap lah agar tidak menggunakannya. Artinya, jika kamu tidak menggunakan dana darurat maka kehidupan kamu baik-baik saja.
Demikian sejumlah tips untuk membangun dana darurat yang ideal menurut Kementerian Keuangan. Mulai lah secara bertahap agar survive dari masalah keuangan ketika berada dalam kondisi krisis finansial.
Baca Juga: 7 Tips Capai Financial Maturity di Tengah Ancaman Resesi 2023
