Louis Vuitton Digugat Rp161 M karena Memata-matai Warga Sipil

Image title
21 Desember 2021, 18:48
Louis Vuitton
Instagram/@louisvuitton
Louis Vuitton

ZIGI – Brand mewah ternama Louis Vuitton tengah menghadapi masalah dengan seorang warga sipil yang berprofesi sebagai jurnalis, pembuat film dan politisi sayap kiri. Dialah Francois Ruffin yang mengklaim telah dimata-matai Loiuis Vuitton sehingga ia akan menuntut merek fashion terkenal tersebut.

Lantas, bagaimana upaya Francois Ruffin dalam menuntut Louis Vuitton? Yuk simak berita selengkapnya di bawah ini ya guys. Keep scrolling!

Baca juga: 4 Tips Jadi Miliarder ala Bernard Arnault, Bos LVMH

Dimata-matai saat Membuat Film

bernard arnault
Photo : Forbes
bernard arnault

Louis Vuitton Moet Hennessy (LVMH) yang berbasis di Paris, Prancis dilaporkan harus membayar 10 juta euro atau setara dengan Rp161 miliar. Tuntutan ini buntut dari laporan Francois Ruffin yang menuding LVMH telah menyewa mantan kepala intelijen domestik Prancis Bernard Squarcini untuk memata-matainya.

Ruffin menyebut, Squarcini telah membuntutinya selama proses pembuatan film dokumenter populer yang menargetkan CEO Group, Bernard Arnault. Melansir dari France 24, tuntutan yang dihadapi Louis Vuitton diumumkan oleh pengadilan di Paris pada Jumat, 17 Desember 2021 waktu setempat.

Francois Ruffin diketahui membuat film berjudul Merci Patron! (Terima kasih Boss!) yang dirilis pada tahun 2016. Film dokumenter tersebut menggambarkan sosok bos Louis Vuitton, Bernard Arnault sebagai taipan yang tak berperasaan sekaligus memiskinkan kelas pekerja Prancis.

Merci Patron! bercerita tentang kerja keras Jocelyn dan Serge Klur, mantan pekerja di sebuah pabrik yang memproduksi pakaian untuk merek barang mewah Kenzo, milik LVMH. Namun saat pabrik tersebut dipindahkan ke Polandia, keduanya dibiarkan menjadi pengangguran yang bergumul dengan utang, dan berisiko kehilangan rumah.

 

Bermula dari keresahan itulah, direktur dan aktivis sayap kiri Francois Ruffin berupaya membantu pasangan itu untuk membuat Bernard Arnault membayar kompensasi kepada pasangan itu karena menghancurkan hidup mereka. Hingga pada akhirnya, film ini sukses menyabet penghargaan Cesar yang setara dengan Piala Oscar di Prancis pada tahun 2017 sebagai film dokumenter terbaik.

Tuntutan Francois Ruffin

Louis Vuitton
Photo : Instagram/@louisvuitton
Louis Vuitton

Disadur dari Retail Insight Network, pendapatan LVMH pada tiga kuartal pertama tahun 2021 meningkat 46% dari periode yang sama tahun lalu. Maka dari itu, tuntutan senilai Rp161 miliar dinilai tidak terlalu berat bagi brand sekelas Louis Vuitton.

"Bisakah keadilan dibeli dengan begitu murah? Jawabannya ya. Ini adalah cek kosong untuk semua operasi mata-mata di masa depan oleh perusahaan multinasional. Yang dilakukan LVMH hanyalah untuk bebas dari persidangan," kata Francois kepada wartawan setelah sidang dikutip dari France 24, Selasa, 21 Desember 2021.

LVMH sendiri, diketahui memiliki berbagai brand fashion yang merajai dunia seperti Louis Vuitton, Dior, Givenchy, hingga jejaring penjualan kosmetik, Sephora. Sampai pada bulan Oktober 2021 ini, LVMH membukukan pendapatan hingga €44,2 miliar (Rp710 triliun).

Adapun Francois Ruffin tercatat telah mengajukan gugatan untuk Louis Vuitton sejak tahun 2019. Sementara itu, Bernard Squarcini yang dituding sebagai mata-mata telah mengepalai badan intelijen domestik Prancis dari 2008 hingga 2012.

Baca juga: Daftar Brand LVMH Milik Bernard Arnault, Orang Terkaya di Dunia

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...