Game Duckie Land dan Tokocrypto Tawarkan Cara Bertani di Metaverse
ZIGI – Game berbasis blockchain saat ini tengah ramai diperbincangkan publik. Dari sekian banyak game yang tercipta, gameFi lokal yakni Duckie Land menjadi yang paling diperhitungkan. Sebab game ini disebut-sebut bakal menawarkan sensasi bertani di metaverse.
Lantas, seperti apa detail game Duckie Land yang memungkinkan pemainnya bisa bertani di metaverse? Apakah hasil taninya bisa dimanfaatkan? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Baca Juga: Seorang Wanita Asal Inggris Ngaku Diperkosa di Metaverse
Apa Itu Game Duckie Land?
Game Duckie Land menawarkan sebuah permainan yang dikembangkan berbasis teknologi blockchain yang memungkinkan pemain untuk bertani, beternak, membangun gedung, dan petarungan karakter bebek secara virtual di dunia metaverse.
Melansir dari situs resminya, game ini mengusung konsep play-to-earn yang berarti pemain akan memperebutkan hadiah atau rewards. Rewards tersebut bisa berbentuk aset kripto atau NFT dan bisa dikumpulkan sebagai sumber pendapatan baru.
Menurut informasi, Duckie Land bisa dimainkan mulai bulan Februari 2022 ini melalui PC atau komputer. Pengembang menegaskan, game ini nantinya juga bakal tersedia di smartphone, baik Android maupun iPhone.
Menariknya, game Duckie Land juga bisa dimainkan menggunakan alat VR (Virtual Reality) dengan karakter-karakter yang menarik. Dari layanan yang ditawarkan itulah, pemain juga diberi kesempatan untuk bertani di metaverse.
Game Duckie Land Jalin Kerja Sama dengan Tokocrypto
CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, menyebut Duckie Land jadi salah satu game berbasis blockchain lokal yang mempunyai visi-misi sejalan dengan Tokocrypto. Perkembangan industri gaming dinilai sangat potensial di Indonesia sehingga Tokocrypto mengaku ingin menjadi bagian dalam pemanfaatan teknologi blockchain di game ini.
“Kami senang bisa terlibat dalam proses pengembangan game berbasis teknologi blockchain Duckie Land. Langkah ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk menghadirkan beragam inovasi guna mendukung ekosistem blockchain dan aset kripto di Indonesia, maupun global. Diharapkan kerjasama ini bisa #SiapLebih memajukan industri blockchain dan game lokal yang berdampak luas, serta dirasakan oleh semua orang,” kata Pang Xue Kai dikutip Zigi.id dari Tokocrypto News, Selasa, 8 Februari 2022.
Sementara itu CEO Duckie Land, Febrian Pottanobu menyebut kolaborasi ini bisa menaikkan manfaat pertumbuhan industri blockhcain gaming. Lebih dari itu, kerja sama tersebut bisa memberikan pengetahuan atas manfaat metaverse secara umum untuk developer, gamers, dan masyarakat luas.
"Industri blockchain gaming masih sangat muda dan memiliki potensi untuk terus tumbuh. Diharapkan kolaborasi dengan Tokorypto bisa membuat Duckie Land menjadi salah satu game lokal yang terdepan dalam pemanfaatan teknologi blockchain yang berdampak luas," ujar Febrian Pottanobu.
Menurut laporan Blockchain Game Alliance (BGA), total pemasukan dari game-game berbasis blockchain dan NFT pada Q3 2021 mencapai 2,32 miliar dollar AS. Akankah Duckie Land bisa bersaing dengan game-game dari luar negeri?
Baca Juga: Pasangan India Gelar Pernikahan di Metaverse Tema Harry Potter
