5 Fakta The Museum of the Future di Dubai, Masa Depan Peradaban
ZIGI – Jika biasanya museum ada untuk menjelajahi masa lalu, hal itu nampaknya tidak berlaku untuk The Museum of the Future (TMOTF). Sesuai namanya, museum ini dibangun untuk merekam apa yang bakal terjadi di masa depan kelak.
Lalu, bagaimana konsep The Museum of the Future ini? Berikut Zigi.id hadirkan sejumlah fakta tentang TMOTF yang disebut-sebut sebagai bangunan ikonik di dunia. So, scroll sampai habis ya.
Baca Juga: China Ciptakan Koleksi Artefak Digital untuk Tahun Baru Imlek 2022
Diresmikan Ditanggal Cantik
The Museum of the Future dibangun di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) yang kian menambah gedung-gedung raksasa di kota tersebut. Bangunan ini resmi beroperasi di tanggal cantik, 22 Februari 2022 setelah mulai dibangun pada awal 2016. Peresmian diumumkan oleh Penguasa Dubai Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA, Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.
Dibuat untuk Menjelajahi Masa Depan
The Museum of the Future atau Museum Masa Depan bertujuan untuk menyambut orang-orang dari segala usia untuk mengalami imersifnya masa depan dunia. Di sinilah, letak keunikan bangunan ini karena jika umumnya museum ada untuk menyimpan benda-benda masa lalu, namun TMOTF dibuat untuk memprediksi masa depan.
Melalui pembangunan ini diharapkan peradaban manusia bisa menjelajahi berbagai peluang termasuk ancaman yang akan dihadapi di masa depan kita. Diharapkan, umat manusia bisa menyongsong masa depan menjadi lebih baik dari sekarang.
Ikon Baru Kota Dubai
Museum ini tepat dibangun di jantung kota Dubai, UEA yang menambah landmark budaya kota tersebut. Pengguna kendaraan yang berlalu lalang di sepanjang jalan Sheikh Zayed Road, dipastikan akan dibuat kagum dengan TMOTF yang letaknya di sebelah Emirates Towers. Museum ikonik ini sukses berdiri berkat usaha Dubai Future Foundation yang dipimpin oleh Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.
Jadi Museum Terindah
Melansir dari TimeOut, Selasa, 22 Februari 2022, TMOTF layak di dinobatkan sebagai salah satu dari 14 museum terindah di dunia. Detail keindahan The Museum of the Future terlukis berkat karya arsitektur Killa Design.
Mereka menggunakan teknik modern seperti alat permesinan yang dikendalikan komputer untuk memotong sekitar 1.000 cetakan yang mendukung kerangka fiberglass dan baja tahan karat. Selain itu, museum juga dilengkapi dengan taman berisi 100 spesies tanaman yang mencerminkan warisan dan keanekaragaman hayati UEA.
Memiliki Tiga Lantai Utama
The Museum of the Future akan memiliki tiga lantai utama yang didedikasikan untuk pengalaman yang berbeda dan fokus pada potensi masa depan. Lebih spesifik, museum ini akan menerawang pengembangan sumber daya luar angkasa, ekosistem dan bioteknologi, serta kesehatan dan kesejahteraan di lantai pertama.
Kemudian di lantai kedua, didukung teknologi futuristic yang akan memamerkan teknologi masa depan yang bertujuan untuk mengubah dunia, mengatasi tantangan di berbagai bidang seperti kesehatan, air, makanan, transportasi dan energi.
Adapun lantai ketiga akan berisi semua hal tentang anak-anak kecil yang didedikasikan untuk anak-anak mengeksplorasi dan memecahkan tantangan dengan cara mereka sendiri untuk menjadi "pahlawan masa depan" kita.
Demikian beberapa fakta tentang museum masa depan atau The Museum of the Future. Buat kamu yang ingin mengunjunginya, harga tiket museum adalah Dhs145 (Rp567 ribu) per orang, dan anak-anak di bawah usia tiga tahun dapat masuk secara gratis. Selain itu, warga negara UEA yang berusia di atas 60 tahun juga boleh masuk secara gratis.
Baca Juga: 7 Tempat Wisata yang Tidak Bisa Dikunjungi Selama 2022
