3 Faktor yang Buat Gen Z Jadi Generasi Paling Kesepian

Image title
20 Agustus 2022, 16:00
Ilustrasi Gen Z
Unsplash
Ilustrasi Gen Z

ZIGI – Kesehatan mental menjadi topik yang populer diperbincangkan oleh masyarakat dunia, khususnya untuk generasi Z. Sayangnya, generasi ini justru dijuluki sebagai generasi paling kesepian dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Melansir dari Psycology Today pada Jumat, 19 Agustus 2022, sebanyak 45 persen Gen Z hanya melaporkan kondisi kesehatan mentalnya. Tantangan kesehatan mental Gen Z berbeda diantaranya 90 persen kebanyakan stres, kurang minat atau motivasi, lalu 68 persen diantaranya bahkan melaporkan stres terkait masa depan.

Sementara 75 persen tenaga kerja di tahun 2030 mendatang datang dari generasi milenial dan Gen Z. Lantas faktor apa yang membuat Gen Z merasa kesepian? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: Survei KIC: Persepsi Gen Z dan Gen Y Terhadap Produk Berkelanjutan

1. Stimulasi Berlebihan

Ilustrasi WFH
Photo : Unsplash
Ilustrasi WFH

Menurut Ryan Jerkins CSP selaku penulis dan pendiri situs yang membahas tentang kesehatan mental Gen Z mengungkapkan jika faktor utama generasi ini kesepian dipengaruhi oleh pola hidup dimana mereka menghabiskan banyak waktunya untuk terhubung dengan teknologi.

Banyak hal yang menjadi stimulasi maupun hal yang menyita waktu seseorang seperti pekerjaan kantor, urusan rumah hingga konten media sosial. Adanya perhatian yang fokus pada kegiatan tersebut membuat seseorang tidak fokus kepada orang lain.

Misalkan saja Gen Z yang lebih menyukai membuat konten seperti di TikTok, YouTube maupun Instagram dibandingkan bertemu langsung maupun bersentuhan. Selain itu, generasi ini juga memilih mengirim email dibandingkan berempati untuk berhadapan langsung dengan orang lain.

“Apakah stimulasi berlebihan menyebabkan orang kesepian atau apakah Gen Z terlalu terstimulasi untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit kesepian mereka? Meskipun begitu, stimulasi berlebihan membuat Gen Z memiliki sedikit waktu untuk terhubungan dengan orang lain dan membuat mereka kesepian,” tulis Ryan Jerkins CSP dilaporannya.

2. Media Sosial 

Ilustrasi Media Sosial
Photo : Unsplash
Ilustrasi Media Sosial

Penelitian menunjukkan penggunaan media sosial secara signifikan membuat seseorang cenderung merasa kesepian, terisolasi, ditinggalkan bahkan merasa tanpa sahabat. Kebanyakan yang terlihat di media sosial membuat orang membandingkan hidup mereka.

 

Kendati demikian, media sosial juga menjadi sarana untuk mengatasi rasa kesepian yang dihadapi oleh orang diantara orang-orang yang memiliki kehidupan sosial yang baik.

“Media sosial paling efektif dalam mengatasi kesepian ketika digunakan untuk meningkatkan hubungan yang bermakna,” ujar Roger Patulny, Profesor Sosiologi University of Wollongong, Australia.

Meskipun terkesan kontradiktif, hubungan di media sosial yang dimaksudkan Roger bukan diartikan untuk diterapkan dalam kehidupan nyata.

“Jadi, bukan media sosial itu sendiri, tetapi cara kita untuk mengintegrasikannya ke dalam kehidupan kita yang berdampak pada rasa kesepian,” lanjutnya.

Gen Z memang memiliki koneksi yang tidak terbatas untuk bermain media sosial namun kuantitasnya tidak mengimbangkan kualitas kehidupan yang dibutuhkan untuk mengurangi rasa kesepian. 

3. Ketergantungan

Ilustrasi Bertetangga
Photo : Unsplash
Ilustrasi Bertetangga

Di era teknologi yang serba canggih, digital yang semakin maju membuat informasi tidak lagi didapatkan melalui anggota keluarga, tetangga, rekan kerja dan hubungan interpersonal lainnya. Saat ini orang dengan mudah menambah wawasan mereka dan mendapatkan informasi terkini melalui Google maupun YouTube.

Dengan adanya internet, orang-orang dengan mudah mencari segala macam informasi tanpa mengganggu orang lain. Kenyataannya ini memang bukan lah hal yang buruk untuk dilakukan karena informasi mudah dan cepat didapatkan.

Bukan hanya Gen Z, generasi saat ini pun lebih mencari ke Google lalu mengetikkan kata kunci yang sesuai dengan yang dicari. Sayangnya, hubungan ketergantungan ini justru mempersempit seseorang berinteraksi langsung dengan orang lain.

Demikian faktor-faktor yang membuat Gen Z disebut sebagai generasi yang paling kesepian. Faktor yang paling berpengaruh saat ini adalah dengan berkembangnya digital sehingga antar manusia tidak terhubung secara langsung.

Baca Juga: Kesehatan Mental Gen Z Berhubungan Erat dengan Media Sosial


 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...