Pemerintah Isyaratkan Harga Premium Akan Turun pada Februari
KATADATA ? Pemerintah mengisyaratkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium bakal turun lagi bulan depan. Ini sejalan dengan tren penurunan harga minyak dunia.
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Naryanto Wagimin mengatakan, bahkan harga bensin dengan Research Octane Number (RON) 88 tersebut bisa di bawah Rp 7.000 per liter. ?Ya kalau harga minyak turun,? kata dia kepada Katadata, Selasa (6/1).
Meski begitu, pemerintah masih memantau perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) selama periode Januari ini. Rata-rata nilai keduanya merupakan faktor utama pembentukan harga jual yang ditetapkan pemerintah.
?Kalau harga minyak mentah terus turun, maka harus dihitung lagi (harga premium),? kata Naryanto.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said sebelumnya mengatakan, harga keekonomian premium pada Januari sebesar Rp 7.400 per liter. Bahkan, angka ini sudah termasuk margin usaha yang diterima Pertamina sebagai penyalur bensin RON 88 tersebut. (Baca: Januari, Harga Keekonomian Premium Rp 7.400 per Liter)
Seperti diberitakan, pemerintah memutuskan untuk mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium mulai tahun ini. Kendati di lepas sesuai harga pasar, pemerintah tetap memegang kendali dalam penentuan harga jual premium.
Penentuan harga dasar dan eceran ini ditetapkan melalui Menteri ESDM setiap bulan. Adapun harga dasar terdiri dari biaya perolehan, biaya distribusi, biaya penyimpanan, serta margin.
Dalam menghitung harga dasar pemerintah menggunakan rata-rata harga indeks minyak dan nilai tukar dolar Amerika Serikat berdasarkan kurs beli Bank Indonesia. Kedua harga rata-rata tersebut diambil selama periode tanggal 25 sampai 24 bulan sebelumnya.
(Baca: Subsidi Premium Dicabut, Kendali Harga Tetap di Pemerintah)
Saat ini, skema kebijakan BBM yang baru diluncurkan tersebut masih bersifat transisi. Alhasil harga BBM jenis premium atau bensin dengan kadar RON 88 yang berlaku di seluruh wilayah masih sama sebesar Rp 7.600 per liter. Nantinya, harga premium akan berbeda antar-wilayah tergantung tingkat kesulitan dalam melakukan distribusi.
?Harga (premium) di Jamali (Jawa, Madura, Bali) disamakan dengan luar Jamali sebagai cara mengelola transisi agar harga premium di seluruh wilayah Indonesia sama dahulu,? kata Sudirman.
Harga minyak dunia tercatat terus turun. Di pasar spot, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Februari 2015 sebesar US$ 49 per barel. Ini merupakan harga terendah sejak April 2009.
