Saham Sektor Infrastruktur dan Konstruksi Diprediksi Bersinar Tahun Ini

Aria W. Yudhistira
6 Januari 2015, 15:44
Saham
Arief Kamaludin|KATADATA
Kinerja saham di sektor konstruksi dan infrastruktur diprediksi bersinar pada tahun ini.

KATADATA ? Kinerja emiten di sektor infrastruktur, konstruksi, dan properti diprediksi semakin bersinar pada tahun ini. Kebijakan pemerintah yang mengurangi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) dinilai sebagai faktor yang akan mendorong kinerja emiten di sektor ini.

Seperti diberitakan, mulai 1 Januari 2015 pemerintah memberlakukan skema harga BBM baru dengan mencabut subsidi bensin premium. Pemerintah memperkirakan dapat menghemat dana subsidi hingga Rp 200 triliun, dari alokasi dalam APBN 2015 sebesar Rp 276 triliun.

Dana hasil penghematan tersebut kemudian dialokasikan untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur di sejumlah kementerian. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat disebutkan mendapatkan tambahan dana hingga Rp 42 triliun. Begitu pula dengan beberapa perusahaan pelat merah di bidang infrastruktur yang memperoleh suntikan hingga Rp 30 triliun.

Menurut Direktur Investa Saran MAndiri Hans Kwee, jika kebijakan tersebut direalisasikan maka akan menjadi sentimen positif di pasar. Pada tahap awal, pemerintah sudah menunjukkan keseriusannya dengan membenahi skema subsidi BBM.

?Kalau saham, masuknya lewat ekspektasi. Begitu mulai ada realiasi, akan terlihat ekspektasi meningkat. Seperti jalan tol kan bangunnya butuh beberapa tahun. Tapi ekspektasinya sudah masuk ke pasar, dari apa yang direncanakan pemerintah,? kata Hans kepada Katadata, Selasa (6/1).

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo mengungkapkan rencana pembangunan infrastruktur selama masa pemerintahannya. Di antaranya pembangunan jaringan kereta api dan jalan tol trans-Sumatera dan dan Kalimantan, kemudian pembangunan pelabuhan.

Proyek-proyek tersebut, kata Hans, bisa menggerakkan kinerja sektor infrastruktur serta sektor turunannya, seperti konstruksi dan keuangan. Tahun lalu, sektor konstruksi dan properti merupakan yang pertumbuhannya paling tinggi, yakni sebesar 56 persen, kemudian sektor keuangan naik 35 persen, dan infrastruktur sebesar 25 persen.

Kepala Riset Bahana Sekuritas Harry Su mengatakan, kinerja sektor infrastruktur akan terlihat pada semester II tahun ini. Diperkirakan, sektor infrastruktur akan naik 30 persen pada 2015.

?Kebijakan pemerintah di bidang energi ini bagus. Tapi harus ada langkah yang jelas, seperti pembebasan tanah untuk membangun infrastruktur,? tutur dia.

Menurutnya, sektor yang berbasis komoditas diperkirakan masih akan tertekan karena harganya yang masih dalam tren penurunan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Desy Setyowati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...