Perbankan Sepakat Bunga KUR Diturunkan Jadi 12 Persen
KATADATA ? Pemerintah mengaku perbankan merenspons positif kebijakan pemerintah menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 22 persen menjadi 12 persen. Khususnya perbankan yang ditunjuk sebagai bank pelaksana yang menyalurkan KUR.
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan perbankan mengenai permodalan, biaya dana (cost of fund), dan margin bunga. Dari pertemuan itu, dia meyakinkan bahwa tidak ada masalah bagi perbankan dengan kebijakan pengurangan bunga KUR ini.
Semua bank pelaksana mendukung kebijakan ini, karena dinilai tidak mempengaruhi pendapatan bunga bank tersebut. Bank pelaksana hanya mengurangi bunganya sebesar 3 persen dan tetap mendapat bunga yang tinggi, yakni 19 persen.
Dia menyebut dengan kebijakan pengurangan bunga ini pemerintah memberikan subsidi sebesar 7 persen dari bunga yang dibebankan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). UMKM dibebankan bunga sebesar 12 persen per tahun dan pemerintah menambahkan 7 persen lagi.
?Semua (bank pelaksana KUR) oke. Kebijakan ini ciptakan efisiensi. Bunga 12 persen dibayar nasabah, kami subsidi 7 persen. Berarti bunga hanya 19 persen, yang awalnya 22 persen,? kata Sofyan di kantornya, Jakarta, Jumat (26/6).
Ia mengaku, dirinya sudah berdiskusi dengan perbankan mengenai permodalan, biaya dana (cost of fund), dan margin bunga. Dari pertemuan itu, ia menegaskan tidak ada masalah bagi perbankan. Meskipun bunga yang didapat bank berkurang sekitar 6 persen. Bahkan, bagi UMKM kebijakan ini sangat membantu.
Kedepannya, kata dia, kebijakan ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Alasannya, UMKM menyerap banyak tenaga kerja dan dinilai tahan terhadap risiko perekonomian global. Selama ini, besaran bunga KUR dirasa terlalu tinggi sehingga menghambat UMKM untuk berkembang. Untuk itu, bunga pada kisaran 12 persen dianggap pada level yang sesuai bagi UMKM.
Sofyan juga menyebutkan, dana yang tersedia saat ini sebesar Rp 300 miliar. Pemerintah berencana memberikan subsidi bunga KUR untuk UMKM sebesar Rp 875 miliar. Maka, masih ada kekurangan anggaran sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 600 miliar. Sementara, kebijakan ini rencananya akan efektif diterapkan pada Juli mendatang.
Tahun ini, pemerintah menyiapkan plafon KUR sebesar Rp 30 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 20 triliun disalurkan ke mikro, dan Rp 10 triliun untuk ritel.
Sementara pemerintah mengurangi bank pelaksana yang menyalurkan kredit ini. Sofyan menyebut tahun ini hanya ada tiga bank pemerintah dan enam bank pembangunan daerah (BPD). Tiga bank tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk., PT Bank Negara Indonesia Tbk., dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
Direktur Micro & business Banking Bank Mandiri Tardi mengatakan perusahaanya kebagian untuk menyalurkan KUR tahun ini sebanyak Rp 3 triliun. Sebesar Rp 1 triliun untuk mikro dan Rp 2 triliun ritel.
Seperti yang juga diungkapkan Sofyan, Bank Mandiri menilai kredit UMKM bisa meningkat dengan kebijakan ini. ?Dengan turunnya bunga ini maka akan meningkatkan margin keuntungan pengusaha, sehingga bisa meningkatkan daya tumbuhnya pengusaha mikro,? ujar Tardi.
