Nilai Ekspor Migas Sepanjang Tahun Ini Anjlok 37,3 Persen
KATADATA ? Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor migas pada Juli 2015 mencapai US$ 1,4 miliar atau lebih rendah 1,3 persen dari bulan sebelumnya. Sedangkan dalam periode Januari-Juli 2015, nilai ekspor migas sebesar US$ 11,4 miliar atau anjlok 37,3 persen dari periode sama tahun lalu.
Penyebab utamanya adalah penurunan nilai ekspor minyak mentah sebesar 27,8 persen pada Januari-Juli 2015 menjadi US$ 3,8 miliar dan ekspor hasil minyak turun 44,6 persen menjadi US$ 1,2 miliar.
Penurunan nilai ekspor tersebut sejalan dengan anjloknya volume ekspor migas pada tahun ini. Berdasarkan catatan BPS, volume ekspor minyak mentah pada Juli 2015 turun 35,69 persen dibandingkan Juni 2015. Sementara harga minyak mentah Indonesia juga turun menjadi US$ 51,82 per barel pada Juli 2015 dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 59,4 per barel.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja mengakui salah satu penyebab penurunan ekspor minyak adalah produksi yang rendah. Adapun penurunan produksi tersebut terjadi secara alamiah karena kondisi sumur yang tua. "Memang produksi sempat turun dari target, karena natural declining," kata dia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta, Selasa (18/8).
Namun, dia mengatakan, kondisi tersebut tidak akan banyak mempengaruhi penerimaan negara dari sektor migas. Wiratmaja juga masih optimistis produksi minyak dan gas bumi akan kembali naik hingga akhir tahun ini. "Produksi kita sempat turun, tapi akan naik lagi nanti Oktober," ujar dia. Kenaikan produksi secara nasional itu akan didukung oleh produksi migas dari Blok Cepu.
