Harga Minyak Anjlok, Anggota DPR Minta Harga BBM Diturunkan

Yura Syahrul
25 Agustus 2015, 16:33
BBM KATADATA | Arief Kamaludin
BBM KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi karena harga minyak dunia sudah anjlok di bawah US$ 40 per barel. Penurunan harga BBM tersebut bisa juga menjadi insentif untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Anggota Komisi VII DPR Kurtubi mengatakan, tren penurunan harga minyak dunia saat ini semestinya dapat pula dinikmati secara langsung oleh masyarakat. Bentuknya adalah murahnya harga BBM di dalam negeri. Namun, penurunan harga BBM tentu tidak bisa terlalu besar karena di sisi lain nilai mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terus melemah.  

Jadi, pemerintah perlu menghitung penurunan harga BBM secara lebih realistis saat ini. ?Mungkin harganya (BBM bersubsidi jenis Premium) sekitar Rp 6.000-an per liter,? kata Kurtubi di Jakarta, Selasa (25/8). Saat ini, harga BBM jenis Premium di luar Jawa Madura Bali (Jamali) sebesar Rp 7.400 per liter. Sementara harga di Jamali sebesar Rp 7.300 per liter.

Menurut Kurtubi, kebijakan penurunan harga BBM juga bakal membantu pertumbuhan ekonomi karena bisa menopang daya beli dan mendongkrak konsumsi masyarakat. "Sifat ekonomi kita adalah banyak disumbangkan oleh ekonomi rumahtangga. Ini kesempatan utk mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya. Saat ini, di antara empat komponen pembentuk pertumbuhan ekonomi, kontribusi konsumsi rumahtangga paling besar yaitu mencapai 57 persen.

Di sisi lain, Kurtubi menepis anggapan bahwa penurunan harga BBM subsidi saat ini akan menyebabkan kerugian yang diderita PT Pertamina bertambah besar. ?Pertamina tidak pernah rugi menjual BBM karena tugas pemerintah menombok kerugian tersebut. Menurut dia, besaran dana subsidi di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu mencerminkan kerugian dari menjual BBM di bawah harga keekonomiannya.

(Baca: Harga BBM Agustus Tetap, Mulai November Pakai Formula Baru)

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah memutuskan tidak mengubah harga BBM per awal Agustus lalu meski harga minyak dunia terus melorot. Pasalnya, berdasarkan hitung-hitungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina, sebenarnya harga BBM saat ini masih di bawah harga keekonomian. Bahkan, Pertamina mengklaim menderita kerugian gara-gara harga BBM tak dinaikkan sejak akhir Maret lalu. Nilai kerugiannya mencapai Rp 12,5 triliun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Arnold Sirait

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...