Kemudahan Usaha Naik, Sri Mulyani: Pemerintah Percaya Diri
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyambut gembira kenaikan peringkat kemudahan berusaha (Ease of Doing Business / EODB) di Indonesia. Pencapaian itu akan menambahkan kepercayaan diri pemerintah untuk menarik investasi asing dan menunjukkan efektivitas berbagai reformasi terkait kemudahan berinvestasi yang telah dijalankan selama ini.
Menurut Sri Mulyani, kenaikan peringkat kemudahan berusaha itu berkat berbagai kemudahan perizinan dan reformasi kebijakan yang telah dilakukan pemerintah. Seperti diketahui, dalam setahun terakhir, pemerintah memang telah merilis 13 paket kebijakan ekonomi yang mayoritas memuat regulasi berbagai aturan untuk memudahkan investasi.
Selain itu, pemerintah memangkas berbagai perizinan yang dinilai menghambat dan terlalu panjang. Lewat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pemerintah juga menyediakan berbagai fasilitas untuk mempercepat perizinan usaha, seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan izin investasi 3 jam.
(Baca: Naik 15 Peringkat, Kemudahan Berbisnis di Indonesia Posisi 91 Dunia)
Sri Mulyani melihat kenaikan peringkat kemudahan berusaha itu menunjukkan meningkatnya kepercayaan para investor untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Selain itu, kenaikan peringkat tersebut juga memberikan kepercayaan diri bagi pemerintah.
"Itu akan memberikan kepercayaan diri kepada pemerintah agar terus berupaya memberikan kemudahan dalam berinvestasi," katanya di Jakarta, Rabu (26/10). Dengan begitu, tujuan pemerintah untuk menarik investasi sebanyak-banyaknya ke Indonesia dapat terwujud. Ujung-ujungnya, gelombang investasi itu bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.
Seperti diketahui, Bank Dunia menempatkan Indonesia di peringkat 91 dunia dalam soal kemudahan berbisnis pada tahun ini. Posisi ini naik 15 peringkat dibandingkan pencapaian tahun lalu yang berada di posisi 106. Kenaikan peringkat tersebut tercatat dalam laporan tahunan Doing Business yang diluncurkan Bank Dunia di Washington D.C, Amerika Serikat, Selasa (25/10).
(Baca: Alasan Bank Dunia Naikkan Peringkat Kemudahan Bisnis Indonesia)
Kenaikan peringkat tersebut lantaran Bank Dunia memperhitungkan reformasi kebijakan yang dibuat pemerintah Indonesia dalam setahun terakhir. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves menuturkan, Indonesia bahkan termasuk dalam 10 negara yang mencatat kemajuan peringkat tertinggi.
“Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak hal untuk meningkatkan mutu lingkungan usaha bagi sektor swasta, khususnya dalam tiga tahun terakhir,” kata Chaves dalam keterangan resmi yang diterima Katadata, Rabu (26/10).” Dengan semakin baiknya iklim usaha, Chaves yakin komunitas usaha global serta pengusaha lokal akan lebih terdorong untuk menjalankan bisnis di berbagai bidang di Indonesia.
(Baca: Kementerian Energi Bentuk Tim Khusus Kemudahan Investasi)
Meski naik, peringkat ini masih jauh dari target yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebagai informasi, Jokowi menargetkan peringkat kemudahan investasi Indonesia dalam Ease of Doing Business (EODB) naik ke posisi 40 dunia pada 2018.
