Proyek pembangunan kereta penghubung terminal di bandara ini bernilai Rp 950 miliar.
Jokowi
Presiden Jokowi meninjau langsung pembangunan proyek Kereta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (4/11) Laily Rachev | Biro Pers Sekretariat Presiden

PT Angkasa Pura II tengah membangun infrastruktur kereta bernama skytrain di Bandara Soekarno-Hatta. Pembangunan kereta penghubung terminal di bandara ini bernilai Rp 950 miliar dan dijawalkan rampung dalam beberapa bulan.

"Sejalan dengan upaya menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bandara transit, skytrain ini jelas akan mempermudah perpindahan penumpang pesawat antara Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II   Muhammad Awaluddin melalui keterangan tertulis, Rabu (8/2/2017).

Skytrain berupa Automated People Mover System (APMS) ini merupakan moda transportasi berbasis kereta dengan lintasan melayang tanpa pengemudi. Moda serupa saat ini sudah beroperasi di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca juga: KAI Segera Datangkan 2 Rangkaian Kereta Bandara Soekarno-Hatta)

Operasional tahap awal di Bandara Soekarno Hatta dijadwalkan pada Juni 2017 dengan satu rangkaian kereta yang terdiri dari dua gerbong. “Kapasitas total dapat menampung 176 orang untuk perpindahan penumpang pesawat atau pengunjung bandara dari Terminal 2 ke Terminal 3 maupun sebaliknya," ujarnya.

Selanjutnya, skytrain akan beroperasi penuh dengan 3 rangkaian kereta berkapasitas total 528 orang. Kereta-kereta ini akan mulai menghubungkan Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3, dan integrated building pada Agustus 2017.

Grafik: Jumlah Penumpang Pesawat Domestik dan Internasional 2010-2016
Jumlah Penumpang Pesawat Domestik dan Internasional 2010-2016



"Demi mengoptimalkan pelayanan, headway (selisih waktu perjalanan) Skytrain kami canangkan maksimal 5 menit dengan waktu tempuh dari Terminal 1 kemudian ke integrated building, lalu lanjut ke Terminal 2 dan Terminal 3 ditetapkan 7 menit,” kata Muhammad.

Penumpang pesawat atau pengunjung bandara dapat melihat informasi jadwal atau waktu kedatangan skytrain di aplikasi Indonesia Airport melalui smartphone.

(Baca juga: Gandeng 3 Bank BUMN, KAI Buat Kartu Elektronik Transportasi)

Pengadaan rangkaian kereta skytrain beserta teknologi di dalamnya disiapkan oleh PT LEN Industri (Persero) dan Woojin asal Korea Selatan. Skytrain ini dilengkapi sistem automated guideway transit (AGT) berpenggerak otomatis. Untuk unit skytrain berkecepatan maksimal 60 kilometer per jam ini Angkasa Pura II harus merogoh kocek sebesar Rp 530 miliar.

Sementara pntuk pembangunan infrastruktur seperti jalur dan terminal, Angkasa Pura II menggelontorkan investasi sebesar Rp 420 miliar. Di mana, pembangunannya dilakukan PT Wijaya Karya Tbk dan PT Indulexco.

"Angkasa Pura II bangga dapat bersinergi dengan BUMN lainnya dalam menghadirkan skytrain ini, membawa Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke level yang lebih tinggi sekaligus menjadikan sektor kebandarudaraan nasional berada di era baru," ujar Muhammad.

(Baca juga:  Dana Pembebasan Lahan Proyek Strategis Kurang Rp 8,2 Triliun)

Keberadaan skytrain akan melengkapi fasilitas terkait moda transportasi lainnya seperti kereta bandara yang menghubungkan secara langsung Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Saat ini, moda tersebut masih dalam pembangunan dan diharapkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun.

Melalui skytrain dan kereta bandara diharapkan volume kendaraan bermotor di kawasan bandara akan berkurang sehingga arus lalu lintas dapat lebih lancar.

Artikel Terkait
Pada tahap awal, skytrain hanya melayani perpindahan penumpang pesawat atau pengunjung bandara antara Terminal 3 dan Terminal 2.
"Desain dari Badan Otorita Danau Toba tanggal 17 Oktober (diresmikan)," kata Direktur Utama Angkasa Pura II M. Awaluddin
"Kami operasikan satu track (kereta) dan satu rute dulu," kata Awaluddin