Dalam 10 tahun terakhir, laba dan aset BTN rata-rata naik 21 persen ditopang oleh pertumbuhan kredit rata-rata 24 persen per tahun.
BTN
Arief Kamaludin | Katadata

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berupaya untuk melakukan pendekatan kepada nasabah berusia muda dan melek teknologi. Caranya adalah melalui pembukaan kantor cabang pintar atau smart branch.

Direktur Utama BTN Maryono menyatakan, untuk meningkatkan kepemilikan rekening dan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada millenial, pendekatan yang dilakukan tidak bisa melalui cara-cara konvensional. Untuk itu, BTN pun melakukan akselerasi pelayanan digital bankingnya.

"Kami meningkatkan pelayanan perbankan dengan mengakselerasi teknologi digital. Salah satunya, dengan membuka kantor cabang pintar atau Smart Branch," ujar Maryono di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Kamis (9/2).

(Baca juga: Jokowi Perintahkan BUMN Masuk Bisnis Digital)

BTN telah melakukan uji coba pembukaan empat smart branch sejak akhir 2015 lalu. Selanjutnya, BTN akan menambah sekitar 60 smart branch yang akan disebar di kantor cabang utama, kantor cabang, maupun kantor kas dalam dua tahun ke depan.

Untuk melakukan akselerasi ini, BTN mengucurkan investasi yang mencapai lebih dari Rp 50 miliar. Maryono mengklaim, adanya smart branch ini akan meningkatkan pelayanan yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih mudah bagi nasabah. 

Grafik: Sumber Pembiayaan Pembelian Properti Triwulan III 2016
Sumber Pembiayaan Pembelian Properti Triwulan III 2016

Smart Branch Bank BTN dilengkapi beragam layanan untuk memfasiltasi kebutuhan nasabah dalam memeroleh informasi perbankan, melakukan komunikasi, registrasi, pembukaan rekening, transaksi, dan transaksi di luar produk perbankan.

Maryono juga menjelaskan, peningkatan pelayanan lewat digital banking ini juga menyentuh para nasabah BTN Prioritas. BTN pun telah merevitalisasi 41 gerai BTN Prioritas, dan menambah sejumlah fitur layanan perbankan berbasis digital.

(Baca juga:  Ditunjang KPR, SMF Tahun Lalu Raup Laba Bersih Rp 318 Miliar

Layanan tersebut diantaranya, i-Reksadana yang memudahkan nasabah prioritas untuk berinvestasi reksadana lewat aplikasi langsung di ponsel. “Saat ini fitur i-Reksadana masih terus ditingkatkan agar bisa memenuhi kebutuhan nasabah untuk memperluas investasinya,” kata Maryono. 

Dengan strategi tersebut, yang ditujukan kepada nasabah prioritas, tahun ini BTN menargetkan jumlah nasabah bertambah menjadi di atas 18 ribu nasabah dengan jumlah dana kelolaan atau Asset Under Management di atas Rp 25 triliun atau naik sekitar 8 persen dibandingkan tahun lalu. 

Sebagai informasi, dalam 10 tahun terakhir, laba dan aset BTN rata-rata naik 21 persen, ditopang oleh pertumbuhan kredit rata-rata 24 persen per tahun. Tahun ini, BTN menargetkan pertumbuhan kredit bisa naik 21 persen, kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) diharapkan bisa dikerek hingga naik 22 persen. 

(Baca juga: BTN Siapkan Rumah Rp 75 Jutaan Di Semarang)

Untuk mencapai target tersebut, BTN akan berinovasi dalam memberikan variasi produk pembiayaan maupun tabungan, serta mendukung beragam program pemerintah baik di sektor properti maupun sektor perbankan.

Program Sejuta Rumah masih menjadi perhatian utama BTN. Dengan pangsa pasar kredit pemilikan rumah (KPR) nasional sebesar 32 persen dan KPR subsidi mencapai 96 persen. Dengan demikian, BTN optimistis bisa bertahan menjadi penguasa pasar KPR di lndonesia. 

Miftah Ardhian