Tim ini melakukan ekspedisi Jalan Trans Papua selama lima hari sejak akhir pekan lalu.
PUPR
Arief Kamaludin | Katadata

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menurunkan 3 tim ekspedisi untuk memantau perkembangan pembangunan proyek jalan Trans Papua. Tim ini melakukan ekspedisi Jalan Trans Papua selama lima hari sejak akhir pekan lalu.

Tiga tim ini diturunkan pada tiga ruas jalan di Papua. Ketiganya adalah Merauke – Tanah Merah – Oksibil sepanjang 688,07 kilometer (km), perbatasan Papua Barat – Nabire – Waghete arah Timika – Enarotali 275,5 km, dan Sorong – Pelabuhan Arar – Manokwari 594,81 Km.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR A. Gani Ghozali dan Kepala Balai Besar Jalan Wilayah XVIII Papua Osman Hariyanto juga ikut dalam tim ini. Mereka meninjau ruas Merauke – Tanah Merah – Oksibil.

(Baca: Jalan Trans Papua Telah Tersambung 3.851 Kilometer)

Keduanya juga meninjau perbaikan jalan di ruas Getenri – Batas Kabupaten Merauke/Boven Digoel sepanjang 77,70 Km dan Tanah Merah – Getentiri sepanjang 73,20 km. Perbaikan jalan dilakukan dengan menurunkan alat berat dan personil untuk melakukan penanganan sementara terhadap ruas jalan di daerah Boven Digul yang rusak parah. Saat ini kondisi jalan yang sebelumnya berlumpur, sudah dilakukan pemadatan dan perkerasan. 

"Tugas kami adalah memperbaiki jalan. Jangan sampai ada keluhan masyarakat baru kita kerjakan," kata Ghani dalam keterangannya, Selasa (21/2). Dia pun memerintahkan masing-masing tim terus memonitor perkembangan ruas-ruas jalan yang menjadi wilayah pengawasan masing-masing. 

Perbaikan yang dilakukan pada ruas jalan tersebut adalah dengan membuang lumpur/tanah kubangan menggunakan excavator dan bulldozer. Penimbunan awal menggunakan tanah atau material pilihan yang selanjutnya dipadatkan lapis per lapis dengan ketebalan masing-masing lapisan 30 sentimeter (cm). 

Untuk penanganan di sekitar jembatan, dilakukan penambahan kayu logging yang akan dibuang ketika penanganan permanen dilakukan. Selanjutnya dilakukan penimbunan awal menggunakan tanah pilihan dan pemadatan. Selain itu juga telah dilakukan pembuatan saluran drainase di tepi jalan.

Kementerian PUPR menyebut panjang jalan Trans Papua yang telah tersambung pada tahun lalu telah mencapai 3.851 kilometer. Angka tersebut terdiri dari jalan yang tembus di provinsi Papua sepanjang 2.792 kilometer serta Papua Barat sepanjang 1.058 kilometer.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan angka realisasi ini sejalan dengan target konektivitas Papua. Sebelumnya, pemerintah menetapkan target 4330 kilometer jalan Trans Papua tersambung pada tahun 2018. "Masih bisa terkejar Trans Papua," kata Basuki.

Menurutnya pembangunan jalan adalah untuk membuka keterisolasian wilayah yang dampak langsungnya bisa dirasakan. Trans Papua bisa memperlancar arus logistik dan menurunkan tingkat kemahalan barang di Papua dan Papua Barat. 

Artikel Terkait
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono masih menunggu permintaan resmi untuk membangun apartemen DPR.
Selain jalan, itu ada pula jaringan irigasi sepanjang 781 km, rehabilitasi dan pembangunan 61.200 ruang kelas, sanitasi bagi 853 ribu kepala keluarga, serta 7.062 unit rumah susun
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan saat ini pihaknya sedang menyelesaikan beberapa hal seperti pembangunan tiga stasiun tambahan.