Kementerian ESDM Terima Ribuan Protes Pencabutan Subsidi Listrik
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerima ribuan pengaduan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah memangkas subsidi listrik untuk pelanggan 900 Volt Ampere (VA). Jumlahnya mencapai 2.571 ribu pengaduan.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman mengatakan, ribuan aduan tersebut tidak semuanya memprotes kebijakan pencabutan subsidi. Ada juga beberapa laporan yang mendukung kebijakan pemerintah tersebut dan sukarela meminta agar subsidinya dicabut.
(Baca: Bulan Ini, Tarif Listrik Pelanggan 900 VA Naik Lagi 31 Persen)
Namun jumlah orang yang meminta subsidinya dicabut hanya enam orang. Mereka meminta subsidi dicabut karena merasa mampu. Menurut Jarman, hal itu merupakan salah satu pertanda baik dalam pengelolaan subsidi listrik.
Dengan meminta subsidi dicabut, artinya masyarakat mulai mengedepankan budaya malu dengan tidak mengambil hak yang bukan miliknya. "Bayangkan ada orang kaya masuk pelanggan subsidi tapi dia komplain minta dicabut subsidinya," kata Jarman di Jakarta, Jumat (3/3).
Jarman mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat golongan mampu masih menikmati subsidi listrik. Salah satunya, pendataan masyarakat yang berhak disubsidi dan belum diperbarui oleh pemerintah. Akibatnya, bisa saja masyarakat yang sebelumnya disubsidi, tidak membutuhkan subsidi lagi di tahun berikutnya karena pendapatan dan taraf kesejahteraan hidupnya telah meningkat.
(Baca: Bulan Ini, Tarif Listrik Pelanggan 900 VA Naik Lagi 31 Persen)
Sebagai informasi, Kementerian ESDM membuka posko pusat pengaduan yang berlokasi di Lantai 3 Gedung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM. Posko tersebut dibuka untuk menampung pengaduan masyarakat sejak pencabutan subsidi mulai berlaku pada 1 Januari lalu. Posko tersebut buka selama 24 jam.
Sementara itu, Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan , sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 28 Tahun 2016, pencabutan subsidi bagi pelanggan 900 VA dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan awal Januari, kemudian Maret, dan terakhir Mei 2017.
(Baca: Subsidi Listrik Dicabut, ESDM: Dananya Untuk Bangun Infrastruktur)
Benny menjelaskan, dari total 22,9 juta pelanggan berkapasitas 900 VA, ada 18,8 juta yang subsidinya akan dicabut secara bertahap. Sisanya sebanyak 4,1 juta pelanggan tetap mendapatkan subsidi karena masih tergolong miskin dan rentan miskin.
