Harga logam mulia lainnya juga mengalami penurunan.
Emas
Arief Kamaludin|KATADATA

Harga emas dunia terpukul seiring dengan menguatnya prospek kenaikan bunga dana bank sentral Amerika Serikat (Fed Fund Rate). Harga emas melorot ke bawah US$ 1.200 per ounce. 

Pada perdagangan Jumat (10/3) siang ini, harga emas untuk kontrak April 2017 di bursa Comex sebesar US$ 1.197 per ounce. Ini artinya, sepanjang pekan ini telah terjadi penurunan sebesar 4,45 persen dari level US$ 1.258,80 per ounce pada akhir pekan lalu.

Penurunan harga emas seiring dengan kenaikan imbal hasil (yield) surat utang negara AS berjangka 10 tahun.  Hal tersebut menunjukkan, jelang pengumuman Fed Fund Rate, aset tak berbunga menjadi kurang menarik. Harga emas pun diproyeksi bakal makin terpuruk bila bank sentral AS menaikkan bunga dana secara agresif.

“Bila data (ekonomi AS) terus baik seperti sebelumnya atau bahkan lebih baik, kita bisa melihat langkah The Fed yang lebih hawkish (agresif). Hal itu bisa memukul (harga) emas,” kata Brad Yates, Kepala Trading di Elemetal, salah satu perusahaan pemurnian emas terbesar di AS. (Baca juga: Rupiah Diramal Makin Melemah Jelang Rapat Bank Sentral AS)

Adapun, petinggi Bank Sentral AS bakal menggelar rapat selama dua hari pada 14-15 Maret mendatang. Kemarin, Bloomberg World Interest Rate Probability menunjukkan peluang kenaikan bunga dana AS pada pekan depan mencapai 100 persen. Bunga dana diperkirakan naik 0,25 persen ke kisaran 0,75 - 1 persen.

Optimisme itu seiring dengan sinyal kuat yang kembali disampaikan Kepala Bank Sentral AS, Janet Yellen saat berpidato di Chicago, akhir pekan lalu. Yellen menyatakan soal peluang kenaikan pada pekan depan dan dua kali kenaikan lagi, selanjutnya di tahun ini.  

Seiring penurunan harga emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami penurunan. Hingga Jumat siang ini, harga silver comex turun 0,68 persen menjadi US$ 16,92 per ounce, sedangkan harga paladium turun 0,34 persen menjadi US$ 745,34 per ounce. Adapun, harga platinum stabil, hanya naik turun di bawah 0,1 persen menjadi US$ 935,13 per ounce.