Dalam hal kinerja petahana, mayoritas warga atau 76 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta.
Pilkada DKI
ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa

Menjelang hari H pemilihan kepala daerah (Pilkada) putaran kedua DKI Jakarta, semakin banyak lembaga yang merilis hasil surveinya. Yang teranyar adalah Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Hasilnya, tingkat keterpilihan atau elektabilitas dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur mengetat dan selisihnya hanya satu persen.

(Baca: Jakarta Kata & Data)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

SMRC menggelar survei kecenderungan pilihan gubernur warga DKI Jakarta pada 31 Maret-5 April 2017, dengan jumlah responden 446 orang. Hasilnya, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno lebih unggul dengan elektabilitas sebesar 47,9 persen.

(Baca: Jadi Saksi Ahli di Sidang Ahok, Rizieq Bahas Surat Al-Maidah)

Adapun, pasangan petahana yaitu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat meraih 46,9 persen. Namun, toleransi kesalahan (margin of error) survei ini cukup besar yaitu 4,7 persen. Artinya, elektabilitas masing-masing pasangan calon ini bisa saja lebih tinggi atau lebih rendah 4,7 persen dari hasil survei tersebut.

Deni Irvani, Direktur Riset SMRC mengatakan hasil survei ke masyarakat menunjukkan pasangan Ahok-Djarot terus naik daun. "Dalam waktu kurang dari satu bulan, dukungan Ahok-Djarot naik 3,1 persen," katanya dalam konferensi pers hasil survei SMRC di Jakarta, Rabu (12/4).

Sebaliknya, dalam kurun waktu yang sama, dukungan terhadap pasangan Anies-Sandi turun 2,8 persen dari 50,7 persen ke level 47,9 persen. (Baca: Ahok-Djarot Unggul di Kepulauan Seribu dan Markas FPI)

Kecenderungan peningkatan pilihan ke Ahok didorong oleh acara debat yang digelar. Hal ini terungkap dari pendapat mayoritas masyarakat yang menyebutkan 87 persen responden menilai positif hasil debat yang sangat membantu menilai program kerja calon.

SMRC pun mengidentifikasi tujuh citra calon gubernur DKI Jakarta. Baik Ahok dan Anies dianggap sama-sama pintar dan berwawasan luas. Keduanya meraih masing-masing 88 persen suara untuk kategori pintar dan berwasasan luas.

(Video: Modal Suara Ahok vs Anies di Putaran II)

Namun, pasangan Ahok dinilai makin unggul karena berhasil membangun citra yang baik sebagai gubernur. Ahok dinilai mampu membuktikan hasil kerja, berpengalaman dalam pemerintahan, jujur, bersih, tegas dan pintar. Sedangkan untuk pasangan Anies-Sandi hanya unggul karena dinilai ramah, santun dan enak dipandang.

Hal ini tercermin dari hasil survei. SMRC mencatat, sebanyak 41 persen responden yang menjatuhkan pilihan kepada Ahok-Djarot karena sudah melihat bukti nyata hasil kerja pasangan petahana ini. Sementara itu, ada 32,4 persen responden pemilih Anies-Sandi yang menentukan pilihan berdasarkan kesamaan agama.

Dalam hal kinerja petahana, mayoritas warga atau 76 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta. Jumlah responden yang kurang puas tercatat 19 persen dan yang tidak puas sama sekali 4 persen.

Agus Dwi Darmawan
Artikel Terkait
Pertumbuhan ekonomi diprediksi membaik tahun depan, meski kemungkinan tak akan setinggi target pemerintah yaitu 5,4%.
Bos Traveloka sejak awal tak menghadiri acara HUT ke-90 Kolese Kanisius. Tanda pagar #UninstallTraveloka sempat menjadi topik populer di Twitter.
Sandiaga mengakui pernah memiliki saham dan menjabat Direktur Keuangan NTI Resources Ltd. pada 1995-1998.