Pasangan Ahok-Djarot meraih 39,3 persen suara di Kepulauan Seribu.
Ahok
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjawab pertanyaan wartawan sebelum meninggalkan kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati di Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memimpin perolehan suara di Kepulauan Seribu. Bahkan, pasangan petahana ini memenangkan penghitungan suara di Petamburan, Jakarta Barat, markas Front Pembela Islam (FPI) yang sangat menentang keras Ahok.

Hasil hitung cepat lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) hingga pukul 18.00 WIB, Rabu (15/2) mencatat, Ahok-Djarot memperoleh 39,3 persen suara di Kepulauan Seribu. (Hasil Hitung Cepat: Databoks Quick Count)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Pasangan ini mengalahkan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, yang mencatatkan perolehan 30,9 persen suara dan calon nomor 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, sebanyak 29,8 persen.

(Baca: Empat Saksi untuk Sidang Perdana Ahok Sebagai Gubernur Aktif)

Padahal, Ahok sempat tersandung masalah besar gara-gara berpidato di Kepulauan Seribu, akhir September tahun lalu. Di Pulau Pramuka, Ahok berpidato sambil menyebut Surat Al-Maidah, yang kemudian dianggap telah menistakan Agama Islam.

Insiden itu memicu tiga kali aksi demonstrasi besar di Jakarta selama masa kampanye Pilkada DKI Jakarta. Ujungnya, Ahok ditetapkan  sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama dan tengah menjalani persidangan di pengadilan.  

Salah satu motor aksi demonstrasi menuntut penahanan Ahok adalah FPI. Di bawah komando pimpinanya Rizieq Shihab, FPI menggalang aksi demontsrasi dan mengajukan gugatan ke kepolisian.

(Baca: Sidang Kasus Ahok, Lima Saksi Pelapor Akan Beri Keterangan)

Meski begitu, pasangan Ahok-Djarot masih mampu mendulang perolehan suara terbanyak di Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, yang merupakan wilayah markas FPI. Berdasarkan foto formulir catatan hasil penghitungan suara di TPS nomor 27 Kelurahan Petamburan, yang diterima Katadata, ada 528 pemilih di sana.

Pasangan Ahok-Djarot unggul dengan 278 suara. Sementara itu, posisi kedua ditempati Anies-Sandi dengan 212 suara. Adapun, Agus-Sylvi hanya mengantongi 38 suara. (Baca: Ahok: Pernyataan Soal Surat Al Maidah 51 Ditujukan Bagi Elite Pengecut)

Artikel Terkait
Prabowo meminta Sudirman untuk memperkuat komunikasi dengan partai koalisi, terutama PKS dan PAN.
"Kalau ada calon Kepala Daerah, calon Presiden, maupun calon anggota DPR, DPRD, ketahuan, ketanggap tangan, harus didiskualifikasi," ujar Tjahjo
"Sekarang sudah hampir selesai," ujar Bambang