Penguatan diprediksi berjangka pendek. “Untuk jangka panjang, balik lagi ke masalah fundamental emiten tersebut,” kata Analis Reza Priyambada.
Sandiaga Uno
Arief Kamaludin | Katadata

Saham perusahaan holding investasi milik taipan Sandiaga Salahudin Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., melejit menjelang dan setelah pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua digelar pada Rabu (19/4). Analis menduga pelaku pasar mencoba mencari keuntungan dari berita kemenangan pasangan Anis Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/4) ini, saham perusahaan berkode bursa SRTG tersebut dibuka di level 3.700 atau naik 2,7 persen dari level penutupan pada perdagangan Senin (17/4) lalu. Saham SRTG sempat melejit ke level 4.450 pada perdagangan pagi atau naik 23,61 persen. Saham ditutup di level 3.830 pada perdagangan sesi pertama.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

“Sebenarnya enggak ada hubungan (kemenangan Anis-Sandi dengan kinerja perusahaan), tapi karena pelaku pasar saat ini mencoba menghubung-hubungkan dan mencari peluang di tengah market yang konsolidasi (jadi harga saham naik),” kata Senior analis dari Bina Artha Securities Reza Priyambada kepada Katadata, Kamis (20/4).

(Baca juga: Ahok Kalah Quick Count di Semua Wilayah, Anies Gubernur Baru DKI)

Atas dasar itu, Reza menilai penguatan saham SRTG bersifat jangka pendek. “Untuk jangka panjang, balik lagi ke masalah fundamental emiten tersebut,” ucapnya.

Sandiaga mendirikan Saratoga bersama Edwin Soeryadjaya pada 1998 silam. Mengacu pada profil perusahaan yang dipublikasikan dalam website BEI, Sandiaga Uno tercatat memegang 27,79 persen saham SRTG. Sisanya, saham perusahaan dipegang PT Unitras Pertama 31,66 persen, Edwin Soeryadaya sebesar 32 persen, dan publik 8,4 persen.

Sandiaga sempat menjabat sebagai Presiden Direktur di SRTG mulai 2004 sampai kemudian mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada 2015.

Artikel Terkait
Sandiaga Uno menyatakan bahwa BUMD sektor properti dan infrastruktur milik DKI Jakarta berpotensi untuk go public.
Sebagian investor asing juga diduga mengalihkan dananya ke Surat Utang Negara (SUN).
Mantan Direktur PT DGI, Dudung, membantah bertemu mantan Bendahara Umum M Nazaruddin, mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno membahas proyek.