Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) ini ditargetkan beroperasi pada 2019 mendatang.
PLN
PLN Arief Kamaludin|KATADATA

PT PLN (Persero) akan membangun pembangkit listrik di Pulau Morotai. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di salah satu pulau terluar Indonesia tersebut.

Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Haryanto WS menuturkan bahwa pembangkit yang akan dibangun di KEK Morotai bertenaga mesin gas (PLTMG) berkapasitas 10 Mega Watt (MW). Hal ini, menurutnya  sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun kebutuhan infrastruktur di kawasan tersebut.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Pembangkit ini akan dikembangkan oleh salah satu pengembang di KEK Morotai," ujar Haryanto saat konferensi pers, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (25/4). Meski menolak menyebut secara gamblang nama perusahaan tersebut, namun Haryanto menyatakan bahwa grup yang sama juga mengembangkan kawasan industri Jababeka.

(Baca juga: PLN Targetkan 365 Desa di Wilayah Papua Terlistriki Tahun Ini)

Haryanto juga menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini, proses pembangunan PLTMG di KEK Morotai ini baru sampai proses pembebasan lahan. Di KEK Morotai sendiri, saat ini kebutuhan atau beban listrik yang tercatat oleh PLN baru sekitar 2,5 MW. Namun, perkembangan kawasan tersebut diprediksi akan membutuhkan semakin besar pasokan.

Menurut Haryanto, biaya pembangunan pembangkit di Desa Juanga, Morotai Selatan ini diambil dari dana internal PLN. Saat ini, PLN juga sudah mengantongi beberapa perizinan terkait lokasi dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). "Sehingga, diharapkan tahun 2019 sudah bisa beroperasi secara komersial," ujar Haryanto.

Sebelumnya, Jokowi menekankan bahwa pemerintah pusat dan daerah perlu fokus untuk membenahi permasalahan infrastruktur. Salah satu yang disorotinya adalah KEK Morotai yang memerlukan dukungan sarana infrastruktur, seperti pelabuhan hingga penyimpanan berpendingin, dan pembangkit listrik. 

(Baca juga: Jokowi Bagikan Lampu Gratis untuk Masyarakat yang Belum Dapat Listrik)

"Saya kira dukungan infrastruktur, baik pelabuhan, pembangkit listrik, gudang penyimpanan logistik, serta cold storage ini diperlukan," ujar Jokowi beberapa waktu lalu. 

Miftah Ardhian
Artikel Terkait
“Golongan yang besar akan membayar lebih mahal karena kilowatt hour (kWh) minimumnya jauh lebih banyak,” kata Pri Agung Rakhmanto.
“Kalau Rp 1 triliun dibandingkan Rp 300 triliun pendapatan PLN, ya kecil," kata Sofyan Basir.
Harga jual listrik PLTU Cirebon ekspansi turun menjadi US$ 5,5 per kWh. Sedangkan PLTU Jawa 3 masih dalam negosiasi dan diharapkan bisa di bawah US$ 6.