Total investasi yang diperlukan lebih dari Rp 2,5 triliun.
PLN
Arief Kamaludin|KATADATA

PT PLN (Persero) berencana mengalirkan listrik ke 562 desa di Papua dan Maluku sepanjang 2017. Total investasi yang diperlukan untuk melistriki kedua pulau besar di Indonesia timur ini lebih dari Rp 2,5 triliun.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati mengatakan, tahun lalu PLN telah melistriki 92 desa dari total 4.912 desa di Provinsi Papua dan Papua Barat. Selain itu, 34 desa dari 2.390 desa di Provinsi Maluku dan Maluku Utara juga telah mendapat pasokan listrik.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Sedangkan, pada tahun ini, PLN telah melakukan pemetaan dan berencana untuk melistriki 365 desa di Papua dan Papua Barat serta 119 desa di Maluku dan Maluku Utara.

"Sampai akhir tahun kemarin (2016) yang sudah dilistriki baru 24 persen atau 1.187 desa di Papua dan Papua Barat. Sedangkan di Maluku dan Maluku Utara 1.666 desa," ujar Nicke saat diskusi dengan media, di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (15/5).

(Baca juga: Tahap Awal Proyek Listrik 35 Ribu MW di Papua Selesai September)

Nicke menjelaskan, investasi yang dibutuhkan pada tahun ini untuk melistriki 365 desa di Papua-Papua Barat adalah sebesar Rp 1,81 triliun. Sedangkan, untuk melistriki 119 desa di Maluku-Maluku Utara adalah sebesar Rp 721 miliar.

Nicke mengatakan, PLN telah melakukan pemetaan dan akan membangun pembangkit dengan skema sistem grid bagi desa yang telah terhubung. Sedangkan untuk desa yang terisolasi akan dilakukan secara berkelompok dengan membangun pembangkit baru dan yang pemukimannya menyebar akan dibangun pembangkit dengan sistem tenaga surya.

Grafik: Rasio Elektrifikasi Pelanggan PLN 2011-2015
Rasio Elektrifikasi Pelanggan PLN 2011-2015

Adapun pembangkit yang akan dibangun untuk keduanya yakni Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Isolated, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Isolated, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid, dan PLTS off grid.

(Baca juga: Diprotes Investor, Arcandra Klaim Harga Jual Listrik EBT Menarik)

Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017-2026 yang telah disahkan, PLN juga telah berencana untuk melistriki beberapa desa di Papua-Papua Barat di tahun 2018 dan 2019.

Pada tahun 2018, PLN berencana melistriki 372 desa dengan investasi sebesar Rp 1,85 triliun. Sedangkan, di tahun 2019, PLN berencana melistriki 536 desa dengan investasi Rp 2,28 triliun. Sehingga, total rencana desa yang akan terlistriki 2017-2019 sebanyak 1.273 desa.

Sedangkan, pada tahun 2019, PLN berencana untuk melistriki 196 desa di Maluku-Maluku utara dengan nilai investasi sebesar Rp 907 miliar. Di tahun 2019, PLN berencana untuk melistriki 142 desa dengan investasi sekitar Rp 641 miliar. Sehingga, total rencana desa yang akan terlistriki tahun 2017-2019 sebanyak 535 desa.

(Baca juga: Perusahaan Rusia Tawarkan Kerja Sama Pengembangan Energi Nuklir)

Namun, setelah melakukan pemetaan bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat ratusan desa baru yang ditemukan dan belum mendapatkan listrik di wilayah Papua-Papua Barat. Sehingga, secara total, terdapat 3.214 desa yang belum terlistriki.

PLN pun akan segera melakukan perencanaan anggaran dengan melistriki desa-desa tersebut secara bertahap, yakni 1.142 desa di tahun 2018 dan 1.707 desa di tahun 2019. Namun, rencana ini belum masuk RUPTL 2017-2026 yang telah disahkan.

"Sehingga tiga tahun ke depan desa terlistriki di Papua-Papua Barat jadi 4.401 desa. Artinya, growth-nya 271 persen kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ujar Nicke.

Miftah Ardhian
Artikel Terkait
“Golongan yang besar akan membayar lebih mahal karena kilowatt hour (kWh) minimumnya jauh lebih banyak,” kata Pri Agung Rakhmanto.
“Kalau Rp 1 triliun dibandingkan Rp 300 triliun pendapatan PLN, ya kecil," kata Sofyan Basir.
Harga jual listrik PLTU Cirebon ekspansi turun menjadi US$ 5,5 per kWh. Sedangkan PLTU Jawa 3 masih dalam negosiasi dan diharapkan bisa di bawah US$ 6.