Siklus pembangunan pada triwulan pertama diyakini cenderung lebih rendah ketimbang triwulan berikutnya.
Rumah Jokowi
Presiden Joko Widodo saat meresmikan pembangunan rumah murah di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (4/5/2017) Rusman/Biro Pers Setpres

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat realisasi program sejuta rumah pada kuartal I 2017 baru mencapai 169.614 unit. Dari jumlah itu, rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 155.408 unit serta rumah untuk non MBR sebanyak 14.206 unit

Jumlah tersebut diklaim tak jauh berbeda dengan capaian 2016 yang hingga tutup tahun hanya 805.169 unit. "Relatif hampir sama," kata Direktur Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Syarif Burhanuddin  di Jakarta, Selasa (16/5).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca juga: Kemenkeu Dorong Uang Muka 1 Persen untuk Rumah Murah)

Menurut Syarif, siklus triwulan pertama memang cenderung lebih rendah ketimbang triwulan berikutnya. Selain itu, ia juga optimistis realisasi program sejuta rumah tahun ini dapat lebih baik dari tahun lalu karena ada program seperti uang muka 1 persen pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

"Jadi jangan terlalu mengandalkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Karena FLPP hanya sanggup menyediakan 120 ribu rumah," katanya.

Sedangkan Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata menargetkan kontribusi 200 ribu unit rumah MBR pada tahun ini. Dia mengklaim untuk realisasi hunian MBR oleh REI telah melebihi target pada kuartal I. “Kalau dijumlah keseluruhan, 40 persen lah," katanya.

(Baca juga:  Aturan Bank Tanah Akan Terbit Tiga Bulan Lagi)

Soelaeman juga menegaskan pihaknya berkomitmen untuk mendukung program sejuta rumah serta uang muka KPR 1 persen. Dia mengatakan salah satu yang akan diperkuat adalah pembangunan rumah untuk MBR di daerah.

Dia mengatakan langkah memacu pasar rumah MBR adalah dengan membantu pemerintah pusat mengawal penyederhanaan izin di daerah sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan MBR. "Kami akan cek terus di semua daerah," kata Soelaeman.

Ameidyo Daud
Artikel Terkait
BTN akan menawarkan bunga rendah dan uang muka murah untuk fasilitas KPR non-subsidi di Indonesia Property Expo (IPEX) 2017.
"Sekarang mulai bangun di pinggiran kota, tapi fasilitasnya tidak dipikirkan. Nah, kalau begitu tidak tepat," kata Bos Lippo, Mochtar Riady.
Anak usaha yang baru ini akan fokus mengembangkan proyek-proyek hunian di daerah yang dekat moda transportasi.