Katadata – Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor mobil Indonesia ke sejumlah negara dan pasar global akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
I Gusti Putu Suwryawirawan dan Yohannes Nangoi
Dok. Istimewa

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo ekspor mobil Indonesia pada tahun-tahun mendatang diharapkan meningkat dibanding tahun lalu sebesar 194 ribu unit completely build up (CBU) dan 202 ribu set completely knock down (CKD).

Agar target tersebut dapat tercapai, kata dia, pabrikan otomotif diharapkan menambah investasi di Indonesia, khususnya untuk produk-produk global dan komponen utama yang penting (critical). Dengan cara ini, daya saing produk-produk otomotif produksi Indonesia bisa lebih kuat di pasar ekspor. “Pemerintah siap menfasilitasi upaya investasi ini,” kata Putu Suryawirawan dalam sambutannya di dalam acara Halal Bi Halal Gaikindo di Hotel JS Luwansa, Jakarta Rabu pekan lalu (12/7).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Menurut Putu Suryawirawan, Indonesia harus bisa menjadi basis produksi untuk produk-produk otomotif global. “Selain pasar domestik, pasar ASEAN dan global harus dapat kita raih”.

Pada 2016, produksi mobil nasional sebanyak 1,177 juta unit. Sampai dengan Mei 2017, produksi mobil nasonal sudah mencapai 524,19 ribu unit. Kapasitas produksi saat ini sebesar 1,928 juta unit. “Jumlah ini akan bertambah lagi setelah adanya investasi perusahaan oleh beberapa perusahaan anggota Gaikindo,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi dalam acara yang sama.

Menurut Yohannes, penjualan domestik 2016 sebesar 1,063 juta unit, dan sampai dengan Mei tahun ini volume penjualan domestik mencapai 467,18 ribu unit. Angka tersebut lebih besar dibanding dengan periode yang sama tahun lalu. Proyeksi penjualan domestik pada tahun ini sebesar 1,100 juta unit .

Putu Suryawirawan mengatakan, Kementerian Perindustrian memiliki roadmap untuk mendorong jumlah produksi mobil hingga 2,5 juta unit pada 2020. Target peningkatan produksi tersebut perlu dibarengi dengan target peningkatan investasi. Walaupun saat ini industri otomotif sedang dihadapkan pada pasar yang belum menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, pemerintah optimistis dengan upaya-upaya serius, Indonesia bisa mencapai target-target tersebut.

GIIAS 2017

Pada Agustus mendatang, Gaikindo kembali akan menggelar pameran otomotif berskala internasional, yaitu “The 25th GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Kementerian Perindustrian, kata  Putu Suryawirawan, meminta pabrikan otomotif nasional  memperkenalkan kepada masyarakat produk-produk mobil ramah lingkungan, yang memiliki emisi karbon rendah serta konsumsi bahan bakar yang efisien.  Hal ini terkait dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi gas buang. Kementerian Perindustrian pun mendorong agar produk-produk otomotif yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia adalah produk-produk yang lebih ramah lingkungan. “Program Low Carbon Emission akan kami perkenalkan dalam waktu dekat,” ujar Putu.

Majalah Gaikindo

Yohannes Nangoi mengungkapkan, setelah melalui proses panjang Gaikindo secara resmi menerbitkan majalah bernama GAIKINDO Auto Insight. Langkah asosiasi menerbitkan GAIKINDO Auto Insight ini sebagai salah satu sumbangsih bagi Indonesia yang sedang membangun. Meski di pasar sudah banyak majalah atau terbitan yang mengulas tentang otomotif, tapi GAIKINDO masih merasa ada yang kurang lengkap. GAIKINDO Auto Insight tidak sekedar menjadi majalah tentang dunia otomotif biasa, dengan artikel tentang mobil muktahir atau tren kendaraan dunia. Namun, kata dia, majalah ini juga memberi informasi berimbang, tentang industri kendaraan bermotor.

 

Artikel Terkait
Jadi, apabila semua mobil berbahan bakar minyak beralih ke listrik, hanya ada pengurangan 21%. “Konsumsi minyak masih akan tersisa 75 juta barel," kata Spencer.
Pajak kendaraan bermotor di beberap kota termasuk paling besar dibandingkan jenis pajak yang lain. Dengan e-Samsat, pungli bisa ditekan.
Selama pameran, surat pembelian kendaraan (SPK) meningkat tajam dengan nilai sekitar Rp 630 miliar.