Dari rencana pembentukan empat anak usaha baru, hanya dua yang akan dieksekusi tahun ini.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berencana mengembangkan bisnisnya secara anorganik. Upaya itu dilakukan dengan menyediakan dana hingga Rp 700 miliar untuk memiliki dan membentuk empat anak usaha baru melalui skema Joint Venture (JV) maupun akuisisi.

Direktur Finance & Treasury Bank BTN Imam Nugroho Soeko menjelaskan, pembentukan empat anak usaha ini dapat ditempuh dengan berbagai cara. Misalnya, membentuk anak usaha yang bergerak di bidang asuransi jiwa dan asuransi umum, serta mengakuisisi Danareksa Finance sekaligus Danareksa Investment Management.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Jadi yang empat ini masih on track, tapi semua berkaitan dengan pihak lain, sehingga perlu waktu (negosiasi)," ujar Iman saat konferensi pers, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/8).

(Baca juga:  Enam Bulan Untung Rp 13,4 T, BRI Pimpin Perolehan Laba Perbankan)

Hanya, diakuinya bahwa tahun ini kemungkinan hanya akan ada dua anak usaha yang terbentuk. Di antaranya adalah pembentukan asuransi jiwa bersama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Iman mengatakan, Bank BTN membidik kepemilikan saham dengan komposisi sebesar 89 persen. Sementara Jasindo akan memiliki sebesar 11 persen dari total saham yang ada.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Bank BTN akan menyiapkan dana sekitar Rp 200 miliar. "Saat meeting terakhir, terkait porsi kepemilikan saham asuransi jiwa, secara prinsip udah disetujui, mungkin bisa jalan," ujar Iman.

Selain itu, proses akuisisi Danareksa Finance pun ditargetkan rampung pada tahun ini. Saat ini, Bank BTN sedang melakukan due diligence, termasuk menghitung besaran harga dalam proses akuisisi tersebut. Bank BTN maksimal membatasi besaran Rp 300 miliar untuk merealisasikan rencana ini.

(Baca juga: Semester I 2017, BTN Salurkan KPR Senilai Rp 39 Triliun)

Iman mengatakan, langkah ekspansi anorganik ini dilakukan untuk menambah layanan dan mendukung pertumbuhan bisnis organik Bank BTN. Sebab, Bank BTN sendiri menargetkan dapat menjadi bank dengan posisi aset terbesar ke-5 se Indonesia pada tahun 2025.

Selain itu, Bank BTN juga membidik posisi Global Playership, di mana perusahaan ditargetkan menjadi entitas dengan bisnis yang menggarap hingga ke lingkup global. Hal ini seiring dengan peningkatan permodalan sesuai syarat yang ditetapkan Bank Indonesia (BI).

"Adanya ekspansi anorganik ini akan meningkatkan bisnis kami terutama dari segi produk dan layanan, sehingga, dalam jangka panjang, Bank BTN tidak hanya bisa melayani nasabah di Indonesia, tetapi juga di negara tetangga," ujarnya.

Miftah Ardhian
Artikel Terkait
Kebijakan uang muka kredit pemilikan rumah berdasarkan wilayah bisa membuat pertumbuhan kredit bank semakin bergairah.
Kerja sama ini meliputi pemberian fasilitas kredit BTN untuk karyawan dari anak usaha PT KAI (Persero) tersebut.
Polisi belum dapat memastikan mantan Dirut Allianz masih berada di Indonesia atau di luar negeri.