“Kami tidak memperkenankan pengenaan biaya seperti itu ke konsumen,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas.
gopay gojek
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyatakan bakal menemui manajemen PT Gojek Indonesia menyusul pengumuman soal pemotongan Rp 2.500 untuk isi ulang saldo Gopay melalui bank pelat merah tersebut. Bank Mandiri menegaskan tidak ada pengenaan biaya semacam itu ke konsumen.

“Kami tidak memperkenankan pengenaan biaya seperti itu ke konsumen,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas, Rabu (13/9). “Kami akan segera menemui mereka (manajemen Gojek).”

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Sebelumnya, Gojek mengirimkan pemberitahuan melalui pesan singkat telepon selular (ponsel) bahwa mulai Jumat (15/9), bakal ada pemotongan Rp 2.500 untuk isi ulang saldo Gopay melalui Bank Mandiri. Hal itu dilakukan karena ada kebijakan baru dari bank pelat merah tersebut.

“Atas kebijakan baru Bank Mandiri, nilai pengisian saldo GO-PAY Anda akan dipotong Rp 2.500 oleh Bank Mandiri per 15 September 2017,” demikian tertulis dalam pesan singkat kepada pelanggan. (Baca juga: BI Pastikan Isi Ulang Uang Elektronik Dikenakan Biaya)

Katadata sempat meminta penjelasan lebih rinci mengenai penyebab pemotongan tersebut kepada Manager Humas Gojek Indonesia Rini Widuri. Namun, ia enggan memberikan penjelasan. “Sebaiknya untuk itu mungkin bisa dicek langsung dengan bank terkait,” kata dia.

Adapun Gopay adalah layanan dompet virtual yang memungkinkan pelanggan membayar layanan Gojek secara non-tunai. Isi ulang Gopay bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui pengemudi Gojek dan fasilitas bank yaitu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mobile banking dan internet banking.

Michael Reily
Artikel Terkait
Sekitar 400 ribu mesin EDC akan diintegrasikan dalam satu sistem yang sama.
Perkembangan fintech membuat perbankan lebih inovatif.
CEO Gojek Nadiem Makarim dan perwakilan pengusaha dari KADIN merekomendasikan pengembangan ekonomi digital hingga penurunan pajak UKM.