5 Cara Mengetahui WhatsApp Disadap dan Cara Mencegahnya

Cara mengetahui WhatsApp disadap bisa dilihat dari beberapa indikasi, seperti baterai yang cepat habis, tidak dapat melakukan panggilan, atau pesan yang terbaca meski belum dibuka.
Image title
31 Maret 2022, 15:03
Ilustrasi, logo WhatsApp. Sebagai aplikasi untuk berkomunikasi, WhatsApp juga tak luput dari ancaman peretasan atau penyadapan. Untuk itu, penting bagi pengguna untuk mengerti cara mengetahui WhatsApp disadap.
PXHERE.COM
Ilustrasi, logo WhatsApp. Sebagai aplikasi untuk berkomunikasi, WhatsApp juga tak luput dari ancaman peretasan atau penyadapan. Untuk itu, penting bagi pengguna untuk mengerti cara mengetahui WhatsApp disadap.

WhatsApp jadi salah satu platform bertukar pesan online yang cukup banyak digemari para pengguna smartphone. Selain menyediakan berbagai fitur, mulai dari pesan suara sampai stiker, WhatsApp juga menawarkan tampilan interface yang ramah dan merangkul pengguna dari berbagai kalangan.

Di lain sisi, popularitas WhatsApp tak jarang dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk memeroleh keuntungan melalui tindak peretasan. Oknum yang melakukan peretasan akan memeroleh data dan biasanya menjual data tersebut ke pihak lain atau menggunakannya sendiri untuk tujuan tertentu.

Tindak peretasan ini mengincar siapapun pengguna whatsApp, baik instansi pemerintah, bank, lembaga pendidikan, hingga akun pribadi. Untuk itu, para pengguna mesti hati-hati dan peka jikalau akun menunjukan gejala-gejala peretasan.

Indikasi peretasan WhatsApp biasanya terlihat apabila aplikasi ini tidak dapat melakukan beberapa perintah, seperti login, panggilan suara, hingga pesan yang sudah terbaca meskipun belum dibuka.

Advertisement

Cara Mengetahui WhatsApp Disadap

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa cara mengetahui WhatsApp disadap:

1. Menerima One Time Password (OTP)

Indikasi umum peretasan WhatsApp terjadi apabila pengguna tiba-tiba keluar dari aplikasi dan menerima kiriman kode OTP melalui pesan singkat maupun telepon. Akun yang disadap membuat pengguna kesulitan login sebab satu nomor telepon hanya bisa dipakai satu aplikasi saja.

Jika hal ini terjadi, maka jangan pernah menyerahkan kode tersebut kepada siapapun. Sebab, untuk melakukan kloning nomor pelaku harus memiliki akses terhadap kartu SIM korban.

Anda juga mesti berhati-hati jika ada pesan atau panggilan masuk dari nomor asing yang mengaku sebagai teman Anda dan meminta untuk dikirimkan kode itu lantaran mereka sulit masuk ke akun WhatsApp.

2. Baterai Cepat Habis

Tanda-tanda peretasan dapat diketahui dengan memerhatikan baterai smartphone Anda. Jika baterai cepat habis, maka bisa jadi terdapat aplikasi yang disadap, termasuk WhatsApp.

Baterai perangkat yang cepat habis bisa terjadi karena salah satu aplikasi terus berjalan meskipun pengguna sedang tidak mengaksesnya.

3. Pesan yang Terbaca Meski Belum Dibuka

Cara mengatahui WhatsApp disadap lainnya ialah dengan memerhatikan pesan masuk. Pesan yang sudah terbaca meskipun Anda belum membukanya mengindikasikan akun Anda sedang digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Namun, indikasi ini hanya bekerja jika Anda mengaktifkan tanda centang dua berwarna biru pada pesan yang telah dibaca. Jika Anda tidak mengaktifkan tanda centang tersebut, Anda masih bisa memerhatikan tanda angka pada notifikasi WhatsApp.

Jika angka pada notifikasi pesan telah hilang padahal Anda belum membacanya, kemungkinan pesan tersebut telah dibaca oleh pihak lain yang menyadap akun Anda.

4. Tidak Dapat Melakukan Panggilan

Untuk lebih yakin apakah akun WhatsApp Anda sedang disadap atau tidak, cobalah untuk menggunakan fitur panggilan WhatsApp. Biasanya, akun yang disadap tidak bisa menelpon kontak dalam akun WhatsApp mereka. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya pihak lainnya yang sedang menggunakan nomor telepon tersebut.

5. Pesan Terkirim Tanpa Sepengetahuan Pemilik Akun

Cara ini terbilang ampuh untuk memastikan akun Anda telah di-hack. Cobalah untuk memerhatikan aktivitas pengiriman pesan pada aplikasi WhatsApp Anda. Jika di dalamnya terdapat pemberitahuan pesan terkirim kepada seseorang tanpa sepengetahuan Anda, kemungkinan pesan tersebut dikirim oleh pihak lain yang menyadap akun Anda.

Mencegah WhatsApp Agar Tidak Disadap

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan keamanan akun WhatsApp Anda, seperti:

1. Verifikasi dua langkah

Mengutip The Verge, ini adalah opsi untuk mengirim kode enam angka tiap pengguna masuk dengan nomor WhatsApp terdaftar ke perangkat baru. Beda dengan OTP, cara ini mencegah seseorang masuk sembarangan ke akun Anda dan membajak lewat kode QR.

Ikuti langkah berikut:

  • Klik opsi titik tiga di kanan atas.
  • Setting > Account > Two Step Verification.
  • Klik Enable.
  • Masukan enam kode yang Anda pilih.
  • Masukan email untuk memulihkan kata kunci jika pengguna lupa.

2. Fitur Pemindai Sidik Jari

Untuk mengaktifkan fitur sidik jari, ikuti langkah berikut:

  • Klik opsi titik tiga di kanan atas.
  • Klik Privasi.
  • Klik kunci sidik jari.
  • Aktifkan.
  • Pengguna akan diminta merekam sidik jari mereka.
  • WhatsApp meminta pengguna memilih berapa lama aplikasi akan terkunci otomatis, segera, setelah 1 menit, atau setelah 30 menit.

Selain kedua cara di atas, Anda juga perlu memerhatikan perangkat tempat Anda mengakses WhatsApp Web. Pastikan Anda telah logout dari perangkt tersebut. Caranya: klik opsi titik tiga di kanan atas > klik WhatsApp Web > akan muncul daftar perangat yang login dengan akun Anda > pilih logout dari semua perangkat.

Mengutip India Today, jika WhatsApp sudah telanjur diretas, Anda bisa menonaktifkan akun agar tidak ada yang bisa menggunakannya. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengirim email dukungan di support@whatsapp.com dengan frasa "Hilang/Dicuri: Silakan nonaktifkan akun saya" di badan email.

Setelah akun dinonaktifkan, pengguna memiliki waktu 30 hari untuk mengaktifkannya kembali sebelum dihapus sepenuhnya.

Editor: agung
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait