Prosesi Panjang Pemakaman Ratu Elizabeth II, Menggunakan Uang Siapa?

Wafatnya Ratu Inggris menyita banyak perhatian, salah satunya karena proses pemakaman Ratu Elizabeth II memiliki rangkaian yang panjang. Seluruh biaya pemakaman ditanggung oleh wajib pajak Inggris.
Image title
21 September 2022, 11:11
pemakaman Ratu Elizabeth II
www.royal.uk, official website of the British Royal Family
Ilustrasi, Ratu Elizabeth II disemayamkan di Westminster Hall.

Ratu Elizabeth II secara mengejutkan diumumkan meninggal dunia pada Kamis (8/9/) di Istana Balmoral, Inggris. Beliau melalui banyak tradisi dan ritual sebelum disemayamkan di tempat terakhirnya di Istana Windsor.

Perlu diketahui bahwa kerajaan Inggris memiliki protokolnya tersendiri dalam melakukan pemakaman. Hal tersebut sudah menjadi tradisi dan wajib dilakukan apabila ada anggota kerajaan yang berpulang.

Faktanya, proses pemakaman secara kenegaraan hanya wajib dilakukan kepada Ratu atau Raja yang memimpin. Sedangkan anggota kerajaan lainnya akan dimakamkan secara seremonial yang skalanya lebih kecil.

Tentu saja Ratu Elizabeth II melalui proses panjang tersebut, mengingat dirinya masih menjabat sebagai pemimpin Inggris hingga akhir hidupnya. Selain membawa kesedihan, wafatnya sang Ratu juga memberi pengetahuan kepada kita mengenai prosesi apa saja yang dilewati.

Advertisement

Berikut ini, adalah ulasan tentang tradisi yang menjadi protokol pemakaman anggota kerajaan Inggris. Protokol yang ada ini wajib dipatuhi dan dilakukan.

Prosesi Pemakaman Ratu Elizabeth II

Berikut ini adalah hasil rangkuman dari express.co.uk, yakni media Inggris yang banyak membahas tentang update pemakaman sang Ratu.

1. Wajib Menggunakan Pakaian Serba Hitam

Selama proses pemakaman, seluruh anggota kerajaan Inggris diwajibkan menggunakan pakaian serba hitam. Hal ini memang sangat umum ketika suasana memang sedang berduka. Selain itu, anggota kerajaan juga wajib menggunakan pita duka.

Hal serupa juga dilakukan oleh tamu-tamu kehormatan yang berkunjung untuk melayat. Terlebih masyarakat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhirnya, umumnya menggunakan pakaian berwarna gelap.

2. Terbuka untuk Umum

Tradisi ini telah dilaksanakan pada Sabtu (18/9). Tepatnya di Westminster Hall, London. Di mana masyarakat dapat melihat peti mati, dengan begitu mereka dapat memberikan penghormatan terakhirnya.

Pertama kali dilaksanakan pada pemakaman Queen Mother, yakni Ibu Ratu Elizabeth. Tepatnya yang wafat pada 30 Maret 2002. Tradisi ini bernama Lying in State.

3. London Bridge is Falling Down

Mungkin beberapa dari Anda ada yang pernah mendengar atau membaca "London Bridge is Falling Down". Kalimat tersebut adalah kode yang digunakan oleh kerajaan untuk mengabarkan bahwa sang Ratu sudah berpulang.

Kode yang hampir serupa juga dimiliki saat suami Ratu, Pangeran Philip meninggal dunia. Ada pun kodenya adalah "Operation Forth Bridge".

4. Berlangsung Selama Tiga Hari dan Waktu Hening Serentak

Diketahui proses persemayaman Ratu Elizabeth II berlangsung panjang. Banyak prosesi yang dilewati dan memakan waktu berhari-hari. Tak mengherankan karena dirinya adalah pemimpin negara.

Pada rangkaiannya, proses pemakaman berlangsung selama tiga hari. Peti mati akan dibawa ke beberapa Istana hingga akhirnya berhenti di Istana Westminster.

Perlu diketahui juga bahwa akan ada waktu hening selama dua menit di seluruh penjuru Inggris. Tentu bertujuan untuk menghormati dan mendalami pemakaman sang Ratu. Setelah itu, diadakan kebaktian di Kapel St George di Istana Windsor.

Empat poin tersebut merupakan rangkuman dari tradisi dan protokol dari pemakaman Ratu Elizabeth II. Hal tersebut bersifat wajib dipatuhi oleh anggota kerajaan. Prosesi lengkapnya dapat Anda saksikan dengan menonton tayangan ulang dari kanal-kanal televisi Inggris yang bisa diakses melalui YouTube.

Pemakaman Kerajaan Inggris yang Pertama Setelah Puluhan Tahun

Mengutip Express, pemakaman Ratu Elizabeth II merupakan pemakaman yang pertama diadakan setelah wafatnya Raja George VI sekitar 96 tahun silam.

Selain itu, juga merupakan yang pertama untuk pemakaman diadakan di Westminster Abbet sejak tahun 1760. Hal tersebut tentu karena panjangnya masa jabatan Ratu Elizabeth II, yaitu 70 tahun.

Pemakaman tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh persiapan. Mengingat tamu undangan juga tokoh besar, yakni pemimpin-pemimpin negara.

Beberapa di antaranya adalah Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan masih banyak lagi.

Belum lagi anggota kerajaan di eropa yang turut hadir untuk berkabung. Mengingat mereka juga memiliki darah keturunan dari sang Ratu, jadi tak heran pihaknya juga menghadiri pemakaman tersebut.

Biaya Pemakaman Ratu Elizabeth II Dibayar Wajib Pajak Inggris

Diketahui bahwa proses pemakaman diadakan dengan khidmat dan sang Ratu kerap dikelilingi oleh anggota keluarga. Selain itu, pemakaman juga diadakan secara mewah dan memakan biaya yang cukup tinggi.

Mengutip independent.ie, para pakar telah mengestimasi biaya pemakaman Ratu Elizabeth II, karena tidak ada angka resmi yang dirilis pada tahap ini.

Dari estimasi yang dilakukan oleh beberapa pakar, kisaran biaya pemakaman Ratu Elizabeth II diperkirakan mencapai lebih dari £ 8 juta atau sekitar Rp 136,58 miliar (asumsi kurs Rp 17,072.57).

Beberapa media di Inggris bahkan menyebutkan bahwa keseluruhan biaya pemakaman Ratu Elizabeth II bisa mencapai miliaran poundsterling. Ini jika memperhitungkan biaya masa berkabung, penutupan bisnis dan layanan publik sementara.

Perbandingan modern yang terdekat, adalah pemakaman Ibu Suri (Ibu Ratu Elizabeth II) pada 2002 silam, yang menelan biaya £ 5,4 juta.

Sementara, laporan dari The Telegraph menyebutkan, bahwa biaya pemakaman Ratu Elizabeth II bisa mencapai £ 8,4 juta atau setara dengan Rp 143,4 miliar.

Keseluruhan biaya pemakaman Ratu Elizabeth II ini dibiayai seluruhnya oleh anggaran negara, yang bersumber dari pajak. Artinya, rakyat Inggris yang pada akhirnya menanggung biaya pemakaman ini.

Editor: agung
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait