Kumpulan Puisi tentang Bulan yang Indah dan Inspiratif

Image title
Oleh Tifani
2 Desember 2022, 09:53
Puisi tentang Bulan
Katadata
Ilustrasi, bulan.

Bulan seperti memiliki kekuatan magis yang mampu menyihir seseorang untuk terus menatap keindahannya. Orang mengaitkan bulan dengan ketenangan, karena bulan baru terlihat malam hari dimana semua orang sudah terlelap. Bulan menemani setiap malam dengan keindahannya.

Apabila sulit tidur saat malam, terdapat puisi tentang bulan yang bisa membantu menenangkan dan mengingatkan betapa indahnya ciptaan Tuhan. Apalagi jika seseorang sedang galau, rasanya jadi makin sendu apabila membaca puisi bulan. Berikut contoh kumpulan puisi tentang bulan yang dikutip dari laman berkaspuisi.com.

1. Bulan

Setelah matahari tersingkir

Bulan dan bintang pun hadir

Menerangi langit secara bergilir

Lebih terang dibanding lampu sentir

Setelah matahari tersingkir

Bulan dan bintang pun hadir

Menerangi langit secara bergilir

Lebih terang dibanding lampu sentir

Gelapnya malam

Menjadikan bulan dan bintang laksana pahlawan di malam yang kelam

Advertisement

Meriahkan langit

Dengan kelap kelip bintang-bintang yang genit

Selamat datang teman-teman malamku

Kalian memang idolaku

Penghilang gelisah di hati

Teman setia di malam sepi

Terima kasih bulan dan bintang-bintang

Cahayamu membuat hatiku senang

Resah di hati telah hilang

Tergantikan senyuman riang

2. Sang Bulan Mengusap Lukaku

Senyuman manis sang bulan menyapaku

Begitu indah mekarkan suasana hatiku

Sejenak kuterdiam termangu

Memandang indahnya yang tak pernah jemu

Sinarmu terpancar mengusir gelap

Menembus malam hadirkan terang

Kunikmati cahayamu hangatkan malamku

Bahagiakan rongga hati ini yang tersinari

Bulan, belailah jiwaku ini

Yang begitu tegang menjalani hari

Usaplah sesaknya asmara di dada ini

Keringkanlah luka menganga dihati ini

 

3. Bulan Bintang

Saat datangnya malam

Langit mulai mengelam,

Hadirnya sang bintang

Selalu jadi dambaan.

Memandang langit yang bertabur

Penuh dengan keindahan,

Sinar sang bintang memancar

Di seluruh penjuru alam.

Wahai sinar bintang malam,

Terangilah hatiku yang dalam kesepian,

yang menanti cinta yang tak kunjung datang.

Temani aku dimalam yang sunyi

Sampai aku terlelap dalam tidur hingga mentari kembali menyambut hari.

 

4. Dialog Bulan Purnama

Rindu selalu datang pada malam hari

Mengetuk pintu dan bertandang sesuka hati

Sedang aku nanar menatap langit

Kapan aku bisa terbebas?

Bulan purnama berkata padaku:

"Cantikkah aku hari ini?"

"Mari kita bahas kembali rindu yang belum tuntas!"

"Sampai di mana kita kemarin?"

Aku menutup pintu

Merapatkan tirai-tirai rumah

Namun percuma

Bulan purnama telah hinggap di atas ubun-ubunku

 

5. Tak Hadir

Malam ini, purnama tak hadir

Tidak, ia tak lagi dapat hadir

Di tempatmu, ia juga tak kunjung terbit

Aku tak lagi dapat meraba

Perihal apa yang ada di seberang sana

Ia bersembunyi

Seperti perasaan yang kukunci rapat-rapat

Rindu tak hadir untuk tersampaikan

Karena ia memilih tak lagi jadi perantara

Antara aku dan kau

Tak bisakah kita bertemu?

Agar aku dan dirimu bisa menjadi purnama

Untuk satu sama lain

 

6. Malam, Kamu, dan Bulan

Malam

Malam yang sepi yang mengundang banyak teka-teki.

Bukan tidak peduli, melainkan suatu hal yang tidak bisa di pikirkan lagi.

Entah, apakah ini dinamakan pulpen, yang membutuhkan tinta untuk saling melengkapi.

Atau bagaikan dua lempeng yang saling menjauh, karena takut untuk
bertabrakan lagi.

Kamu

Dirimu bagaikan fatamorgana yang hanya di khayal dan tidak dapat dicapai.

Ketikaku menatap wajahmu, pada saat itu juga aku ingat kepada penciptamu.

Mungkin ini semangatku untuk menjaga diriku dari jeratan dosa yang sering membuatku lalai.

Terimakasih, aku akan terus belajar untuk mendekatkan diriku kepada sang
pemilik hatimu.

Bulan

Aku terlalu terlena ketika memerhatikanmu dari kejauhan.

Sinarmu menunjukkan bahwa semuanya tak selalu tentang kesenangan.

Dirimu yang hanya kenangan.

Yang menampilkan sejuta kerinduan.

 

7. Bulan itu Kamu

Aku kembali melihat bulan sabit

Bukan, bukan, ini beda

Bulan yang aku lihat itu

Adalah senyummu


Terpancar bak matahari yang bersinar

Tidak, teriknya tak menyengat

Namun menghangatkan

Yang berikan ketenangan


Sebegitu menenangkan

Ia tersenyum

Menatap mata ini

Yang tlah lama hilang dari pandangan


Aku kembali melihat bulan itu

Yang biasa menyinari gelap malam

Berikan keindahan, ketenangan


Yahh begitu indah

Namun ini beda

Karna bulan itu

Adalah kamu

8. Purnama yang Indah

Malam semakin menggelap pekat

Suara sayup angin yang terdengar di luar rumah

Dan kembang api yang terdengar dari pusat kota

Menjadi malam yang indah untuk berkontemplasi

Sinar cahaya rembulan masuk dari celah jendela kamarku


Ini adalah momen yang tepat untuk

Merenungi semua hal yang pernah terjadi

Apalagi perihal pencapaian kemarin pagi

Kebahagiaan sungguh meliputi diriku malam ini

Tentu aku bersyukur atas semua

Kulihat keluar jendela

Ternyata hari ini adalah malam purnama

Bulan yang indah bertengger di langit

Membuat suasana hatiku kian membaik


Tuhan terima kasih untuk semua hal baik hari ini

Semoga kebaikan yang telah kuterima hari ini, esok bisa kurasakan
kembali.

Editor: agung
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait