Tiongkok Khawatir Mata Uang Kripto Goyahkan Sistem Keuangan Dunia

Bank sentral Tiongkok mengambil tindakan keras terhadap para pelaku transaksi mata uang kripto.
Agustiyanti
8 Juli 2021, 15:43
mata uang kripto, tiongkok, china larang criprocurrency
Katadata
Ilustrasi. Bitcoin sempat mencapai US$60.000 pada awal tahun dan diperdagangkan mendekati US$33.000 pada Kamis (8/7).

Bank sentral Tiongkok khawatir mata uang kripto yang dikembangkan swasta, terutama yang masuk dalam kelompok stablecoins berisiko terhadap sistem keuangan global. 

Mata uang yang disebut stablecoin global terikat pada nilai tetap, seperti dolar AS yang mendapat dukungan pemerintah. Salah satu contoh yang cukup populer adalah Tether yang kini menempati posisi ketiga dalam kapitalisasi pasar setelah bitcon dan etherum.

"Beberapa organisasi komersial yang disebut stablecoin dapat membawa risiko dan tantangan bagi sistem moneter internasional, serta sistem pembayaran dan penyelesaian," ujar Wakil Gubernur Bank Sentral Tiongkok atau PBoC pada Kamis (8/7), seperti dikutip dari CNBC.

Ia mengatakan, PBoC telah mengambil beberapa tindakan untuk mengantisipasi kekawatiran tersebut. Pada Selasa (6/7), Bank Sentral Tiongkok dan otoritas Beijing memerintahkan perusahaan lokal untuk menutup operasionalnya dengan tuduhan menyediakan layanan perangkat lunak untuk transaksi criptocurrency.

Advertisement

Langkah ini mengikuti perintah pemerintah pusat untuk menindak penambang dan transaksi bitcoin. Penambangan adalah proses komputer intensif energi untuk memfasilitasi transaksi bitcoin. Operator dapat memperoleh bitcoin sebagai hadiah.

Sejak peluncuran bitcoin pada 2009 sebagai aplikasi pertama dari teknologi blockchain, mata uang digital menunjukkan siklus transaksi yang menarik. Harga Bitcoin sempat mencapai US$60.000 pada awal tahun dan diperdagangkan mendekati US$33.000 pada Kamis (8/7).

"Mata uang digital ini sendiri telah menjadi alat spekulasi. Ada potensi ancaman terhadap keamanan keuangan dan stabilitas sosial," kata Fan.

PBoC saat ini tengah mengembangkan versi digital yuan Tiongkok, yang telah diuji di beberapa bagian negara itu sejak tahun lalu. Sejauh ini, sistem yuan digital telah memiliki lebih dari 10 juta pengguna.

Berbeda dengan sistem desentralisasi bitcoin, yuan digital PBoC dikendalikan oleh bank sentral.

Namun, tantangan yang lebih mendesak terhadap kontrol PBoC atas transaksi mata uang adalah munculnya pembayaran seluler terkait rekening bank di Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi yang dijalankan oleh Ant Group yang berafiliasi dengan Alibaba dan WeChat Tencent telah menjadi bentuk pembayaran yang dominan di negara ini, menggantikan uang tunai.

Regulator tiba-tiba menangguhkan IPO besar-besaran Ant pada musim gugur yang lalu dan bank sentral memaksa perusahaan melakukan restrukturisasi sebagai perusahaan induk keuangan.

PBoC akan menerapkan langkah-langkah yang telah diambil pada Ant ke entitas lain di pasar layanan pembayaran. Fan mengatakan pada Kamis (6/7) sebagai tanggapan atas pertanyaan terpisah saat berbicara secara umum tentang upaya untuk melawan praktik monopoli.

"Kecepatan perkembangan dalam sistem pembayaran sangat mengkhawatirkan” dan bank sentral bekerja melawan monopoli dan ekspansi modal yang tidak teratur," kata Fan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait