Kasus Aktif dan Kematian Turun, Tes Covid-19 Terendah dalam 4 Hari

Jumlah kasus aktif turun 224 orang menjadi 573.908 orang pada Minggu (25/7), pertama kalinya sejak penerapan PPKM level 4.
Image title
25 Juli 2021, 17:44
kasus aktif, kasus baru Covid-19, tes covid-19, angka kematian covid-19, gerakan 3m
ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/foc.
Ilustrasi. Penurunan kasus aktif terjadi di tengah jumlah pemeriksaan atau tes Covid-19 yang terus menurun dalam empat hari terakhir.

Kasus aktif Covid-19 pada Minggu (25/7) turun 224 orang menjadi 573.908 orang, kedua kalinya sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.  Penurunan kasus aktif terjadi di tengah jumlah pemeriksaan atau tes Covid-19 yang terus menurun dalam empat hari terakhir.

Berdasarkan data Satuan Petugas Penanganan Covid-19, kasus baru bertambah 38.679 orang sehingga terdapat total 3.166.505 kasus terkonfirmasi. Pasien sembuh bertambah 37.640 orang, sedangkan korban meninggal bertambah 1.266 orang. 

Tren kasus baru menurun dalam empat hari terakhir. Namun, hal ini seiring dengan tren pemeriksaan Covid-19 yang juga menurun. Adapun tambahan kasus hari ini diperoleh dari pemeriksaan terhadap 124 ribu orang menggunakan tes PCR dan antigen.

Advertisement

Angka pemeriksaan tersebut turun dari 228 ribu orang pada 22 Juli, 202 ribu orang pada 23 Juli, dan 180 ribu orang pada 24 Juli. 

Di sisi lain, angka kematian juga melanjutkan tren penurunan setelah mencapai rekor 1.566 kematian pada 23 Juli. Total terdapat 83.289 orang meninggal dunia di Indonesia akibat Covid-19. 

Penurunan kasus baru terutama terjadi di Jakarta dan Jawa Barat. Kasus harian Covid-19 di Jakarta yang mencapai 8.000 per hari dalam empat hari terakhir, turun menjadi 5.393 orang. Sementara kasus di Jawa Barat yang mencapai lebih dari 10 ribu kasus pada 22 Juli turun menjadi 5.302 orang. 

 

Kasus baru di Jawa Tengah turun dari 5.465 pada kemarin menjadi 5.265 orang, sedangkan Jawa Timur turun dari 5.699 orang menjadi 4.763 orang. 

Jawa Timur masih menjadi penyumbang angka kematian harian tertinggi mencapai 318 orang. Disusul Jawa Tengah 264 orang dan DKI Jakarta 153 orang.

Sementara jumlah kasus sembuh terbanyak disumbangkan oleh DKI Jakarta mencapai 14.361 orang. Disusul Jawa Barat 5.141 orang, dan Jawa Timur 4.866 orang.

PPKM level 4 yang berlaku sejak 21 Juli akan berakhir pada hari ini (24/7). PPKM level 4 merupakan kelanjutan PPKM darurat yang berlangsung sejak 3 Juli. Selama penerapan PPKM, kasus baru adan angka kematian terus mencetak rekor meski belakangan trennya menurun. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang memimpin PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, angka kematian yang meningkat antara lain disebabkan kapasitas rumah sakit yang sudah penuh. "Dari hasil penelitian tim di lapangan, angka kematian meningkat karena beberapa faktor, yaitu kapasitas RS yang penuh, pasien yang ketika datang saturasinya sudah buruk, dan meninggal karena tidak terpantau saat isolasi mandiri di rumah," kata Luhut dalam keterangan resmi, Minggu (25/7).

 

Luhut menjelaskan hasil tinjauan lapangan menemukan bahwa rata-rata pasien yang meninggal menderita komorbid atau belum menerima vaksin. "Setelah memahami faktor-faktor ini, harus melakukan intervensi untuk mengurangi angka kematian secara cepat," katanya.

Langkah-langkah intervensi tersebut, antara lain meningkatkan kapasitas ICU dari rumah sakit dengan oksigen sentral pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kematian tinggi, serta menyediakan isolasi terpusat dan terpantau bagi pasien resiko tinggi yang melakukan isolasi mandiri. Ia juga meminta dinas kesehatan berkoordinasi dengan TNI untuk memperoleh akses paket obat gratis dari presiden.

Satuan Tugas PPKM di level desa juga harus kembali diaktifkan dan melakukan pemantauan ketat terhadap setiap warga yang terindikasi mengalami gejala Covid-19.

Pemerintah juga terus mengimbau masyarakat melakukan vaksinasi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Disiplin protokol kesehatan dilakukan dengan sedikitnya menerapkan gerakan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait