Pasien Rawat Inap Covid-19 Terus Turun, Tingkat Keterisian RS Kini 30%

Pemerintah mencatat rata-rata ketersian tempat tidur Covid-19 di rumah sakit atau BOR dalam sepekan terakhir hanya mencapai 30%.
Image title
29 Agustus 2021, 15:59
covid-19, rumah sakit, pasien covid-19
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Ilustrasi. Penurunan tingkat ketersian tempat tidur Covid-19 di rumah sakit terutama terjadi di wilayah Jawa-Bali yang turun dari puncaknya pada pertengahan Juli mencapai di atas 60 ribu orang menjadi 17.177 orang per 28 Agustus.

Kementerian Kesehatan mencatat, rata-rata pasien Covid-19 yang harus menjalani rawat inap selama sepekan terakhir hingga 28 Agustus turun 22% dibandingkan pekan sebelumnya. Tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) secara nasional kini hanya mencapai 30%. 

Berdasarkan data Laporan Harian Covid-19 per 28 Agustus yang dirilis Kementerian Kesehatan, rata-rata pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit per hari dalam sepekan terakhir mencapai 37.517 pasien. Ini terdiri dari 32.551 pasien isolasi dan 4.966 pasien dalam perawatan intensif. 

Sementara itu, pasien rawat inap per 28 Agustus tercatat 33.507 pasien, terdiri dari 32.551 pasien isolasi dan 4.462 pasien intensif. 

Rata-rata tingkat keterisian tempat tidur Covid-19 di RS atau BOR dalam sepekan terakhir berada di kisaran 30%. Adapun per 27 Agustus, BOR tercatat 26,97%, terdiri dari BOR kamar isolasi 25,8% dan BOR kamar intensif 38,8%. 

Advertisement

Penurunan tingkat ketersian tempat tidur Covid-19 di rumah sakit terutama terjadi di wilayah Jawa-Bali yang turun dari puncaknya pada pertengahan Juli mencapai di atas 60 ribu orang menjadi 17.177 orang per 28 Agustus. Sementara di wilayah non Jawa-Bali, turun dari puncaknya yang mencapai lebih dari  20 ribu orang pada pekan kedua Agustus menjadi 16.590 orang. 

Turunnya rata-rata pasien rawat inap harian seiring dengan penurunan kasus konfirmasi harian dalam sepekan terakhir yang anjlok 25,58% dibandingkan pekan sebelumnya menjadi 14.194 kasus. Sementara kasus harian pada 28 Agustus hanya mencapai 10.050 kasus. 

Penurunan kasus terkonfirmasi terjadi meski rata-rata pemeriksaan harian naik 4,34% menjadi 182.547. Adapun pemeriksaan per 28 Agustus tercatat 181.674. 

Total kasus terkonfirmasi hingga kemarin mencapai 4.066.404. Jumlah ini diperoleh dari total spesimen yang diperiksa mencapai 31.591.247. Angka positivity rate rata-rata mingguan turun menjadi 18,16%, tetapi masih jauh di bawah rekomendasi WHO sebesar 5%. 

 

Pemerintah juga mencatat rata-rata kematian harian dalam tujuh hari terakhir turun hingga 32,82% menjadi 861 kematian. Total kematian sejak pandemi merebak tahun lalu hingga 28 Agustus mencapai 131.372.

Meski demikian, tingkat keparahan kasus atau case fatality rate (CFR) dalam sepekan terakhir justru meningkat 3,35% dalam sepekan terakhir menjadi 3,21. CFR di Jawa Bali tercatat lebih tinggi mencapai 3,34, sedangkan non Jawa-Bali mencapai 2,9.

Pemerintah juga mencatat tingkat vaksinasi dosis pertama secara nasional baru mencapai 29.51%, sedangkan dosis kedua baru 16,71% dari total sasaran 206.265.720 penduduk Indonesia. Capaian vaksinasi dosis pertama tertinggi terjadi di wilayah DKI Jakarta yang sudah mencapai hampir 120% dari sasaran dan Bali yang sudah mencapai lebih dari 90% sasaran.

Sementara itu, vaksinasi dosis pertama di wilayah Lampung, Sumatera Barat, Maluku Yrara, Papua, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Aceh, NTT, Sumatera Selatan, Maluku, Sulawesi Barat, Bengkulu belum mencapai 20%.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait