Wagub DKI Pastikan Tak Ada Penyekatan Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Image title
13 Desember 2021, 07:35
penyekatan, wagub DKI, natal dan tahun baru, SIKM, Jakarta
Katadata/Maesaroh
DKI Jakarta akan memberlakukan PPKM level 3 selama 10 hari menjelang akhir tahun pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 selama 10 hari menjelang akhir tahun pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan tidak akan ada penyekatan di wilayah Jakarta selama periode tersebut. 

 

"Insyaallah tidak ada penyekatan, tetapi nanti akan didirikan pos-pos pelayanan yang dibuat oleh Pemprov DKI oleh Dishub, oleh Polda Metro dan instansi terkait ya," kata Ahmad Riza Patria di Jakarta, Minggu (12/11), seperti dikutip dari Antara. 

Riza mengatakan pos pelayanan itu dibuat bersama oleh Pemprov DKI, Dishub DKI, dan Polda Metro Jaya. Namun dia belum merinci detail dari kegiatan pos pelayanan saat Natal dan Tahun Baru tersebut. Pemprov DKI juga ad

"Insyaallah mudah-mudahan juga tidak ada SIKM, nanti kita tunggu saja ya kebijakannya," ujar Riza.

Adapun terkait penerapan ganjil-genap, ia mengatakan, hal ini masih dalam pembahasan kebijakan. "Tunggu saja kebijakannya. Segera kami sampaikan, tetapi yang bisa kami sampaikan tidak ada penyekatan," katanya. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tetap menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 selama 10 hari menjelang akhir tahun pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1430 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 COVID-19 yang menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 pada saat Natal dan Tahun Baru 2022.

Pemerintah memutuskan tidak jadi menerapkan PPKM level 3 pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) secara merata di seluruh Indonesia, melainkan hanya memberlakukan sejumlah pengetatan. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti penilaian situasi pandemi Covid-19 sesuai yang berlaku saat ini, dengan beberapa pengetatan.

"Syarat perjalanan akan tetap diperketat, terutama di perbatasan untuk penumpang dari luar negeri. Namun kebijakan PPKM di masa Nataru akan dibuat lebih seimbang dengan disertai aktivitas testing dan tracing yang tetap digencarkan," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (7/12).

Ia juga memastikan perbatasan Indonesia akan tetap diperketat dengan syarat untuk penumpang dari luar negeri adalah hasil tes PCR negatif maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, serta melakukan karantina selama 10 hari di Indonesia.

Luhut mengatakan pemerintah memutuskan untuk membuat kebijakan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah menjelang momen Natal dan Tahun Baru. Hal itu juga lantaran penguatan 3T (testing, tracing dan treatment) dan capaian vaksinasi dalam satu bulan terakhir

Vaksinasi covid-19 secara nasional hingga Minggu, 12 Desember 2021 telah mencapai 251,97 juta dosis vaksin. Rinciannya, vaksinasi dosis 1 telah diberikan sebanyak 146,58 juta dosis, 102,92 juta untuk dosis 2 dan sebanyak 2,47 juta dosis lainnya untuk vaksinasi gotong royong.

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait