PPKM Level 3 Nataru Batal, Traveloka - Tiket.com Siapkan Beragam Promo

Pemerintah membatalkan PPKM level 3 serentak saat libur Natal dan Tahun Baru. Traveloka dan Tiket.com menyiapkan strategi untuk mendongkrak transaksi, termasuk promosi.
Image title
9 Desember 2021, 13:44
Traveloka, Tiket.com, libur Natal dan Tahun Baru, Natal dan Tahun Baru, nataru, promo, ppkm, ppkm level 3
Google Play Store
Ilustrasi, tampilan platform Traveloka dan Tiket.com

Pemerintah memutuskan untuk membatalkan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 3 di seluruh Indonesia selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Traveloka dan Tiket.com memaksimalkan kesempatan ini dengan menyiapkan strategi untuk mendongkrak transaksi.

Traveloka menyampaikan, tren pemesanan tiket pesawat, hotel dan tempat wisata stabil pada periode akhir tahun, “Belum ada perubahan signifikan yang kami amati dengan adanya informasi terkait pembatalan PPKM level 3,” kata Head of Corporate Communications Traveloka Reza Amirul Juniarshah kepada Katadata.co.id, kemarin (8/12).

Perusahaan yang mengklaim sebagai lifestyle superapp itu menyatakan bakal terus menekankan dan mengimbau konsumen untuk menerapkan prinsip keamanan saat berpergian. Selain itu, mengutamakan protokol kesehatan.

"Kami juga akan terus mematuhi kebijakan pemerintah terkait peraturan perjalanan yang berlaku," kata Reza.

Unicorn itu juga menyiapkan strategi guna mendongkrak transaksi libur Natal dan Tahun Baru. Salah satunya, meluncurkan layanan baru Holiday Stays yang berfokus menyediakan akomodasi privat seperti resort dan vila.

Layanan baru itu dibuat, sebab minat masyarakat berlibur di akomodasi privat tinggi.

Data internal Traveloka mencatat, permintaan akomodasi privat, seperti resort hingga vila meningkat dua kali lipat pada Oktober dibandingkan Januari hingga Agustus. Lonjakan ini terjadi di Bandung, Yogyakarta, dan Bali.

Perusahaan juga menyediakan promosi Holiday Stays berupa diskon hingga Rp 500 ribu.

Sedangkan Public Relations Manager Tiket.com Sandra Darmosumarto menyambut baik keputusan pemerintah membatalkan PPKM level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru. "Tapi tetap tidak boleh lengah untuk menjaga protokol kesehatan," katanya.

Tiket.com telah menyiapkan sejumlah strategi guna mendongkrak transaksi pada libur Nataru. "Fokus Tiket.com akhir tahun ini, selain menghadirkan jajaran promo, berupaya menjadi jendela informasi terkini perihal regulasi di berbagai destinasi," kata Sandra.

Startup penyedia layanan wisata digital (Online Travel Agent/OTA) itu menyelenggarakan sejumlah program promo akhir tahun seperti Ten Ten Sale (TTS), Online Tiket Week (OTW), dan Malu Tanggal Muda (MTM).

Pada program promo itu, Tiket.com memberikan diskon hingga 50% untuk semua produk ditambah ekstra diskon hingga Rp1,2 juta.

Selain promo, Tiket.com menyediakan fasilitas smart refund dan smart reschedule untuk memudahkan pelanggan jika ingin mengubah rencana perjalanannya. Tiket.com juga memiliki fitur tiket FLEXI khusus untuk properti penginapan dan tempat wisata yang memungkinkan konsumen untuk mengganti tanggal.

Tiket.com menargetkan transaksi tumbuh lebih dari 700% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal IV. Co-Founder sekaligus Chief Marketing Officer Tiket.com Gaery Undarsa mengatakan, perusahaan mempertimbangkan animo masyarakat dalam berwisata yang mulai meningkat.

Pemerintah memutuskan untuk membatalkan penerapan PPKM level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru secara merata di seluruh Indonesia. Pemerintah hanya memberlakukan sejumlah pengetatan.

Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti penilaian situasi pandemi Covid-19 sesuai yang berlaku saat ini, dengan beberapa pengetatan.

"Syarat perjalanan akan tetap diperketat, terutama di perbatasan untuk penumpang dari luar negeri," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12).

Namun kebijakan PPKM selama libur Natal dan Tahun Baru akan dibuat lebih seimbang. “Ini disertai aktivitas testing dan tracing yang tetap digencarkan,” ujar dia.

Ia juga memastikan bahwa perbatasan Indonesia akan tetap diperketat dengan syarat untuk penumpang dari luar negeri adalah hasil tes PCR negatif maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan. Selain itu, melakukan karantina selama 10 hari di Indonesia.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait