Pemerintah Siapkan Dokter & Obat untuk Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri

Pemerintah akan menyediakan konsultasi dokter hingga obat gratis untuk pasien covid-19 yang dirawat di rumah atau isolasi mandiri.
Image title
11 Januari 2022, 10:00
budi sadikin, pasien corona, isolasi mandiri, obat gratis, pasien covid-19
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pasien corona tanpa gejala dan gejala ringan cukup melakukan konsultasi melalui telemedicine. Mereka dapat melakukan isolasi mandiri di rumah.

Pemerintah tengah fokus pada perawatan pasien Covid-19 di rumah ataketimbang di isolasi terpusat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi memastikan, pemerintah akan menyediakan konsultasi dokter hingga obat gratis untuk pasien corona yang dirawat di rumah.

Menurut Budi, pasien corona tanpa gejala dan gejala ringan cukup melakukan konsultasi melalui telemedicine. Mereka dapat melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Jadi yang positif itu di-WhatsApp. Setelah itu, dia mesti pilih telemedicine-nya. Nanti diberikan konsultasinya gratis," kata Budi di Jakarta, Senin (11/1).

Adapun gejala ringan yang dimaksud Budi, yakni batuk, pilek, demam, dan saturasi oksigen di atas 95. Pasien tersebut tidak perlu menjalankan perawatan di rumah sakit.

Advertisement

Nantinya, menurut dia, obat gratis akan dikirim kepada pasien dengan gejala ringan. Obat tersebut juga mencakup antivirus Molnupiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien. Dari hasil penelitian, Molnupiravir dan Plaxlovid mampu mengurangi gejala parah bahkan kematian pada pasien Covid-19.

Saat ini, Kemenkes telah bekerjasama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis untuk pasien Covid-19 yang isolasi di rumah. Platform tersebut yaitu Alodokter, Getwell, Good Doctor, Grabhealth, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, YesDok, Aido Health, Homecare24, Lekasehat, mDoc, Trustmedis, dan Vascular.

Budi mengatakan, sebagian besar kasus konfirmasi Omicron tidak menunjukkan keparahan. Dari total 414 kasus Omicron, sebanyak 99% gejalanya ringan dan tanpa gejala.

Sedangkan yang masuk kategori sedang atau butuh perawatan oksigen hanya dua orang, yakni lelaki berusia 58 tahun dan 47 tahun. Keduanya dilaporkan memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan kini telah dinyatakan sembuh.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu memprediksi, gelombang kasus Omicron akan terjadi. Namun, ia meminta masyarakat tidak panik lantaran kasus Omicron dapat dikendalikan dengan cepat.

"Pengalaman menunjukan bahwa walau gelombang Omicron naiknya cepat, tapi turunnya cepat," ujar dia.

Pasien positif Covid-19 bertambah 454 orang per 10 Januari 2022. Total Kasus mencapai 4.266.649 dengan 4.116.202 pasien dinyatakan sembuh dan 144.136 orang meninggal dunia.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait