CNN Internasional PHK Karyawan, Terdampak Gejolak Ekonomi Global

Agustiyanti
1 Desember 2022, 12:28
CNN, PHK, PHK karyawan
ANTARA FOTO/REUTERS/Dustin Chambers/hp/dj
Ilustrasi. CNN Internasional kemungkinan melakukan PHK terhadap ratusan karyawannya.

Media internasional asal Amerika Serikat, CNN memulai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para karyawannya di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan untuk memangkas biaya dari perusahaan induk. 

CNN pada Rabu (30/11) menginformasikan kepada karyawannya bahwa PHK telah dimulai. Langkah ini diperkirakan akan berdampak pada ratusan staf di jaringan berita global dan menandai pemangkasan karyawan terbesar di perusahaan ini dalam beberapa tahun.

Chris Licht, yang mengambil alih posisi kepala eksekutif jaringan pada Mei lalu  dalam memo ke semua staf mengggambarkan langkah PHK ini sebagai "pukulan" bagi perusahaan. "Sangat sulit untuk mengucapkan selamat tinggal kepada salah satu anggota. tim CNN, apalagi banyak," ujarnya seperti dikutip dari perusahaan. 

Para karyawan CNN telah bersiap untuk PHK sejak Licht memberi tahu mereka bulan lalu bahwa akan ada  perubahan yang "mengganggu" ke depan.

Licht mengatakan, perusahaan akan memberi tahu pemutusan hubungan kerja dengan "sejumlah individu" dan sebagian besar kontributor yang dibayar. Dia mengatakan perusahaan akan memberi tahu karyawan yang terkena dampak pada Kamis (1/12. 

“Ini akan menjadi waktu yang sulit bagi semua orang,” kata Licht ​​dalam memonya.

 

CNN menolak untuk mengatakan pada hari Rabu berapa banyak karyawan yang akan terkena dampak PH

PHK terjadi ketika perusahaan media dihantam kondisi ekonomi yang memukul sektor periklanan. Licht saat memberikan isyarat terkait rencana PHK pada Oktober lalu mengatakan bahwa ada kekhawatiran luas atas prospek ekonomi global. Untuk itu, menurut dia,  CNN harus memasukkan risiko itu ke dalam perencanaan jangka panjangnya. 

Langkah PHK juga ditempuh AMC Networks, yang menandakan gejolak pada industri media

Organisasi media lain juga telah memangkas biaya untuk memposisikan diri dengan iklim ekonomi yang bergejolak. Disney (DIS) mengatakan minggu lalu bahwa perusahaan perlu melakukan restrukturisasi, dan AMC Networks (AMCX) mengumumkan pada Selasa bahwa mereka akan memangkas 20% stafnya. Perusahaan media sosial seperti Facebook (FB)-induk Meta, yang juga mengandalkan pendapatan iklan, juga melakukan PHK dalam beberapa bulan terakhir.

CNN yang masih membukukan keuntungan ratusan juta dolar, terhindar dari pemotongan yang mendatangkan malapetaka pada industri selama pandemi. Sebelum tahun ini, pemotongan besar terakhir yang terjadi di organisasi terjadi pada tahun 2018 ketika kurang dari 50 orang kehilangan pekerjaan karena perusahaan merestrukturisasi bisnis digitalnya.

Restrukturisasi organisasi juga terjadi setelah mantan perusahaan induk CNN, WarnerMedia, bergabung awal tahun ini dengan Discovery, menciptakan raksasa media yang dililit utang miliaran dolar dan kebutuhan untuk memangkas biaya secara keseluruhan. Penggabungan baru saja selesai pada April ketika perusahaan mengumumkan akan menutup layanan streaming CNN+ sebulan setelah diluncurkan

David Zaslav, kepala eksekutif Warner Bros. Discovery, perusahaan yang dibentuk ketika WarnerMedia dan Discovery menjadi satu, berjanji kepada para investor akan menemukan penghematan lebih dari US$3 miliar dalam organisasi gabungan tersebut.

Setelah Licht mengambil alih posisi sebagai kepala CNN, dia melakukan peninjauan bisnis selama berbulan-bulan. Tinjauan itu membuatnya mengidentifikasi perubahan yang harus dilakukan. Salah satunya, sebagian bisnisnya dalam beberapa bulan terakhir.

Licht mengatakan dalam memo semua stafnya pada hari Rabu bahwa karyawan yang terkena pemangkasan minggu ini akan diberi tahu "melalui pertemuan langsung atau melalui Zoom, tergantung lokasi Anda."

“Dalam pertemuan tersebut, Anda akan menerima informasi khusus tentang periode pemberitahuan atau pesangon apa pun yang akan berlaku, dan antisipasi hari terakhir Anda,” kata Licht.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait