Tokopedia Catat Pesanan Melonjak 2,5 Kali Lipat Lewat TokoCabang

Tokopedia berencana menambah fasilitas gudang TokoCabang di dua kota pada bulan ini.
Cindy Mutia Annur
8 Juli 2020, 11:08
Tokopedia, tokocabang, pandemi corona, penjualan online
dok. Tokopedia
Ilustrasi. Tokopedia memiliki 8,3 juta pelanggan hingga Mei 2020.

Tokopedia mencatat lonjakan pesanan barang saat pandemi corona lewat TokoCabang hingga 2,5 kali lipat pada kuartal kedua tahun ini dbanding periode yang sama tahun lalu. Perusahaan pun menargetkan untuk menambah fasilitas gudang tersebut di dua kota pada bulan ini. 

Head of Fulfillment Tokopedia Erwin Dwi Saputra mengatakan, mitra penjual dapat menitipkan stok barang dagang di TokoCabang pada wilayah dengan jumlah permintaan tinggi melalui fasilitas logistik ini. Sejak diluncurkan pada 2019, fasilitas gudang ini telah tersedia di Jakarta, Bandung dan Surabaya.

"Awal tahun 2020, kami ada penambahan TokoCabang di Makassar dan segera hadir di Medan dan Palembang pada Juli ini,” ujar Erwin dikutip dari siaran pers, Selasa (7/7).  

(Baca: Tokopedia, Bukalapak, Shopee Blokir Akun Penjual Buku Rekening Bank)

Advertisement

Ia menjelaskan, penjual yang memanfaatkan TokoCabang tidak perlu lagi mempertimbangkan isu operasional mulai dari menerima pesanan, mengemas, hingga mengantarnya ke kurir. Selain itu, pihaknya juga telah menghadirkan fitur pembaruan dasbor sehingga dapat mempermudah mitra penjual dalam hal pengelolaan stok produk.

"Saat ini, penjual bisa memanfaatkan layanan TokoCabang secara gratis selama 30 hari. Cukup membayar biaya jasa layanan Rp3.000 untuk setiap barang yang terjual," kata Erwin.

TokoCabang juga memungkinkan seluruh masyarakat dapat mengakses lebih banyak pilihan produk secara lebih cepat, dengan ongkos kirim lebih murah meski di tengah pandemi seperti ini.

(Baca: Data Pelanggan Terindikasi Bocor, Kominfo Minta Operator Investigasi)

Ia menyebut TokoCabang, antara lain, telah menangani pesanan pada bazar buku online Big Bad Wolf pada 27 April-3 Mei dan 24-30 Juni lalu. "Ratusan ribu buku yang terjual dikemas dan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia dengan lebih cepat lewat layanan TokoCabang," ujar Erwin.

Pandemi corona membuat mobilitas menjadi sangat terbatas, termasuk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga pola belanja cenderung bergeser dari offline ke online. Jumlah mitra penjual online di platform Tokopedia meningkat cukup drastis. 

Berdasarkan data internal Tokopedia,  pada Februari 2020 ada lebih dari 7,3 juta penjual di platformnya, sedangkan pada Mei 2020 terjadi penambahan lebih dari satu juta penjual baru hingga total 8,3 juta penjual. 

Indonesia's New Digital Battleground yang dirilis CLSA sebelumnya menunjukkan Tokopedia sebagai e-commerce dengan nilai transaksi terbesar di Indonesia. Tokopedia memimpin nilai transaksi tertinggi sejak 2014 dan diprediksi masih terus bertahan hingga 2023 seperti terlihat dalam databoks di bawah ini.

 

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait