Pengangguran Bertambah Jadi 7,05 Juta Orang per Agustus, Tertinggi SMK

Jumlah pengangguran pada Agustus 2019 bertambah dari 7 juta pada Agustus 2018 menjadi 7,05 juta, tetapi turun secara persentase dari 5,34% menjadi 5,28%.
Image title
Oleh Agustiyanti
5 November 2019, 12:16
pengangguran
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi. Jumlah pengangguran pada Agustus 2019 bertambah dari 7 juta pada Agustus 2018 menjadi 7,05 juta, tetapi turun secara persentase dari 5,34% menjadi 5,28%.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat  jumlah pengangguran terbuka pada Agustus 2019 sebesar  5,28% atau mencapai  7,05 juta orang. Angka pengangguran tersebut naik secara jumlah dibandingkan Agustus 2018 sebesar  7 juta orang atau turun secara persentase sebesar 5,34%.

Adapun pada Februari 2019 angka pengangguran mencapai 5,01% atau 6,82 juta orang.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2019 tercatat sebesar 197,92 juta orang, bertambah dibanding periode yang sama tahun lalu 194,78 juta. Adapun tingkat partisipasi kerja naik dari 66,67% pada Agustus 2018 menjadi 67,49%. 

"Tingkat pengangguran terbuka tercatat turun (secara presentase) dari 5,34% pada Agustus 2018 menjadi 5,28% pada Agustus 2019, Tingkat pengangguran tertinggi masih berasal dari lulusan SMK, tetapi trennya mulai menurun," Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/11)

(Baca: Tertekan Ekonomi AS dan Global, RI Diramal Hanya Tumbuh 5,2% pada 2020)

Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2019 untuk lulusan SMK mencapai 10,42%, turun dibandingkan Agustus 2018 sebesar 11,24%. Disusul oleh lulusan SMA sebesar 7,92% yang turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar sebesar 7,95%. 

Lalu lulusan  diploma dan universitas masing-masing sebesar 5,99% dan 5,67%, turun dibanding periode yang sama tahun lalu 5,89% dan 6,02%.

Berdasarkan wilayah, tingkat pengangguran di perkotaan turun dari 6,45% pada Agustus 2018 menjadi 6,31% pada Agustus 2019, sedangkan tingkat pengangguran di pedesaan turun dari 4,04% menjadi 3,93%. 

Suhariyanto menjelaskan jumlah tenaga kerja pada sejumlah sektor mengalami penurunan, terutama pada sektor pertanian yang turun 1,12 juta atau 1,46%. Selain itu, menurut dia, terdapat penurunan tenaga kerja pada sektor jasa keuangan dan pertambangan, tetapi jumlahnya tak terlalu signifikan. 

"Ini bagus karena beban sektor pertanian terlalu berat dan ada transformasi ke sektor lain," kata dia.

(Baca: Penyaluran Kredit 2019 Akan Sulit Capai Target)

Dalam lima tahun terakhir, jumlah maupun persentase pengangguran sebenarnya menunjukkan ren penurunan. Meningkatnya jumlah angkatan kerja yang dibarengi dengan kenaikan jumlah penduduk yang bekerja mampu menekan angka pengangguran mendekati level 5 persen pada Februari 2019 seperti terlihat pada grafik.

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait