Animo Tinggi Investor, Permintaan Surat Utang Semester I Rp 1.423 T

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kondisi pasar SBN mulai membaik seiring kembali meningkatnya tawaran investor saat lelang dan penurunan yield SBN.
Agatha Olivia Victoria
23 Juli 2020, 16:33
surat utang, sbn, sri mulyani, utang pemerintah
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/hp.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kondisi pasar SBN yang membaik juga terlihat dari penurunan yield SBN.

Pemerintah mencatat tawaran yang masuk atau incoming bid pada pembelian surat berharga negara mencapai Rp 1.423 triliun hingga semester pertama tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menyebut kondisi pasar SBN kini kian membaik.

"Kami berharap konfiden serta kepercayaan kepada RI akan terus menguat," kata Sri Mulyani dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (23/7).

Ia menjelaskan, tawaran yang masuk pada pembelian SBN sempat menurun saat terjadi gejolak kepanikan akibat pandemi Covid-19 pada Maret 2020. Namun, penawaran yang masuk saat lelang kini mulai pulih. 

Apalagi, partisipasi Bank Indonesia yang ikut turun ke lelang SBN di pasar primer  dinilai mampu memberi kepercayaan pasar yang luar biasa. "Kerja sama pemerintah dengan BI untuk terus jaga ekonomi yang tertekan dinilai sangat penting," ujarnya.

Advertisement

Perbaikan kondisi pasar SBN juga terlihat dari imbah hasil (yield) SBN yang turun. Rata-rata yield SBN tenor 10 tahun turun dari rata-rata 8,2% pada 2019 menjadi 7% pada pertengahan Juli. 

Ia pun menegaskan pemerintah akan terus berusaha memulihkan ekonomi dari dampak negatif pandemi. "Sehingga kepercayaan investor akan menguat dan ini akan muncul dalam bentuk penurunan yield yang diharapkan dapat terus berlanjut," kata dia.

SBN saat ini masih mendominasi posisi utang pemerintah dengan porsi mencapai 83,9% atau Rp 4.472,2 triliun hingga akhir Juni 2020. Kementerian Keuangan mencatat total utang hingga akhir paruh pertama tahun ini mencapai di Rp 5.264,07 triliun, bertambah Rp 484,8 triliun dari posisi akhir 2019.

Seiring kenaikan tersebut, rasio utang pemerintah terhadap PDB pun membengkak menjadi 32,67% dibandingkan akhir 2019 sebesar 29,8%. Rasio utang ini juga diprediksi akan terus meningkat hingga 2021.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait