Joe Biden Resmi Gantikan Trump, Rupiah dan Mata Uang Asia Menguat

Rupiah pagi ini menguat terimbas pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS menggantikan Donald Trump.
Agatha Olivia Victoria
21 Januari 2021, 10:05
rupiah, nilai tukar rupiah, pelantikan joe biden, biden gantikan trump
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.
Ilustrasi. Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia pagi ini.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,09% ke level Rp 14.022 per dolar AS pada pasar spot pagi ini, Kamis (21/1). Rupiah menguat terimbas pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS  menggantikan Donald Trump. 

Mengutip Bloomberg, rupiah sempat bergerak menguat ke level Rp 14.015 per dolar AS, tetapi bergerak melemah ke Rp 14.035 per dolar AS hingga pukul 10.00 WIB. Mayoritas mata uang Asia turut menguat pagi ini. Dolar Hong Kong naik 0,01%, dolar Singapura 0,03%, dolar Taiwan 0,09%, won Korea Selatan 0,11%, peso Filipina 0,03%, rupee India 0,2%, yuan Tiongkok 0,1%, ringgit Malaysia dan baht Thailand 0,15%. Hanya yen Jepang yang melemah 0,01%.

Direktur Riset Center Of Reform on Economics Piter Abdullah Redjalam mengatakan bahwa pelantikan Biden yang berjalan lancar kemarin akan membawa sentimen positif bagi pasar global. "Apalagi Biden diyakini akan melanjutkan rencana stimulus fiskal yang Lebih besar tahun ini dalam rangka memulihkan ekonomi AS," kata Piter kepada Katadata.co.id, Kamis (21/1).

Biden resmi dilantik menjadi Presiden AS ke-46 pada Rabu (20/1) waktu setempat di Gedung Capitol. Acara dilaksanakan dengan penjagaan yang ketat dan protokol Covid-19.

Bersama wakilnya, Kamala Harris, Biden langsung menuju Gedung Putih usai pelantikan. "Tak boleh ada waktu yang terbuang untuk menangani krisis yang kita hadapi. Itulah mengapa hari ini saya langsung menuju ke Oval Office untuk segera bekerja menyampaikan tindakan berani dan bantuan langsung bagi keluarga Amerika," kata Biden dalam akun twitter resminya, Rabu (20/1).

Di sisi lain, Piter menyebutkan bahwa likuiditas global yang berlimpah akan mengalir ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Rupiah akan bergerak menguat di rentang Rp 13.950 - 14.050 per dolar AS hari ini.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyampaikan, dolar AS diperdagangkan melemah terhadap hampir seluruh mata uang G-10, kecuali euro, setelah pelatikan dari Biden. Dalam pelantikannya, Biden berjanji untuk berjuang dalam keadilan rasial dan menolah ekstrimis dan supremasi kulit putih. Saat berita ini ditulis indeks dolar AS turun 0,14% ke level 90.35.

Setelah pelatikan, Biden langsung membatalkan beberapa kebijakan AS seperti terkait dengan Organisasi Kesehatan Dunia, perjanjian Paris, serta terkait tim respon pandemi. Pelatikan Mantan Wakil Presiden AS di era Obama tersebut meningkatkan optimisme investor terkait stimulus dan mendorong sentiment risk-on di pasar keuangan AS. Indeks saham utama AS mencatatkan level tertinggi sepanjang sejarah. DJIA, S&P500, dan NASDAQ naik masing-masing 0,83%, 1,39%, dan 1,97%. 

Josua menuturkan bahwa pengajuan stimulus baru di AS mendorong penguatan mata uang di kawasan Asia kemarin. Sentimen positif terdorong setelah adanya afirmasi dukungan dari calon Menteri Keuangan AS, Janet Yellen terhadap kebijakan stimulus baru yang diusung oleh Biden. Hari ini, rupiah pun kemungkinan menguat di antara Rp 13.950-14.050 per dolar AS.

Dari dalam negeri, pasar menantikan Bank Indonesia yang akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur. "Kami perkirakan BI akan mempertahankan bunga acuan pada level 3,75%," kata Josua kepada Katadata.co.id.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
Video Pilihan

Artikel Terkait