Aliran Masuk Dana Asing Mulai Seret, Rupiah Pekan Ini Melemah 0,16%

BI mencatat aliran masuk dana asing pada pekan ini hanya mencapai Rp 750 miliar, turun dibandingkan pekan lalu Rp 6,79 triliun.
Agatha Olivia Victoria
29 Januari 2021, 16:53
Rupiah, nilai tukar, aliran modal asing
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/rwa.
Ilustrasi. Rupiah melemah 0,16% dalam sepekan ini.

Bank Indonesia mencatat, aliran modal asing masuk ke Indonesia dalam sepekan ini hanya mencapai Rp 750 miliar, turun dibandingkan pekan lalu yang mencapai Rp 6,49 triliun. Rupiah pun menutup pekan ini melemah ke Rp 14.030 per dolar AS, melemah 0,34% dibandingkan kemarin atau 0,16% dibandingkan akhir pekan lalu. 

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate yang dipublikasikan pukul 10.00 WIB, rupiah melemah 0,21% dalam sepekan. 

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menuturkan bahwa aliran modal asing kembali masuk ke portofolio Indonesia sebesar Rp 750 miliar. "Ini berdasarkan transaksi 25-28 Januari 2021," kata Erwin dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumay (29/1).

Dana asing tersebut masuk melalui pasar surat berharga negara= sebesar Rp 20 miliar dan pasar saham Rp 550 miliar. Dengan demikian, tercatat aliran modal asing masuk secara bersih Rp 22,14 triliun sepanjang tahun ini.

Advertisement

Bank sentral turut mencatat, premi risiko investasi alias credit default swaps Indonesia lima tahun naik dari 72,24 basis poin per 22 Januari 2021 ke 73,8 bps per 28 Januari 2021. Imbal hasil alias yield SBN 10 tahun naik dari 6,21% pada penutupan pasar, Kamis (28/1) menjadi 6,22% pada pagi hari ini. Angka tersebut sangat jauh dari yield surat utang AS 10 tahun yang berada di level 1,045%.

Pada pekan lalu, dana asing masuk ke pasar keuangan domestik cukup tinggi yakni mencapai Rp 6,49 triliun. Mayoritas modal asing masuk ke pasar SBN Rp 5,81 triliun, sedangkan ke saham Rp 680 miliar.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pergerakan aliran modal asing pada pekan ini dipengaruhi sentimen kebijakan stimulus AS. "Pasar khawatir bahwa kesepakatan stimulus tidak akan sebesar yang diusulkan yakni US$ 1,9 triliun," kata Ibrahim kepada Katadata.co.id, Jumat (29/1).

Selain itu, kasus pandemi dunia yang masih meningkat turut menjadi sentimen dalam minggu ini. Melansir laman resmi Worldometers, kasus positif Covid-19 dunia mencapai 102,06 juta. Angka kematian mencapai 2,2 juta dan kesembuhan 73,91 juta. AS masih menjadi negara dengan kasus tertinggi yaitu 26,34 juta sementara Indonesia berada di peringkat ke-19 dengan 1,04 juta kasus.

Ibrahim pun memperkirakan aliran modal asing masih akan deras masuk ke RI pekan depan. Dengan demikian, rupiah akan menguat di antara Rp 14.050-14.110 per dolar AS. "Pendorongnya kesepakatan stimulus AS yang pada hari Sabtu akan dibicarakan," ujar dia.

Sebelumnya, banyak yang meyakini kebijakan Presiden AS, Joe Biden akan memberikan angin segar bagi pasar keuangan negara-negara emerging market, termasuk Indonesia. Salah satunya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Perry memperkirakan aliran modal asing masuk ke Tanah Air pada tahun ini berpotensi meningkat menjadi US$ 19,1 miliar. "Ini lebih tinggi dari tahun lalu sekitar US$ 11 miliar," kata Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan BI Januari 2021, Kamis (21/1).

Dirinya meyakini kepemimpinan Biden akan membuat pasar keuangan global kondusif sehingga aliran modal asing ke negara berkembang akan meningkat. Adapun Indonesia merupakan salah satu tujuan utama investasi portofolio global. 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait