Inflasi Inti Juni Masih di Bawah 3%, Bunga BI Diramal Tak Naik Lagi

Inflasi inti ini menjadi indikator penting bagi Bank Indonesia menentukan arah kenaikan suku bunga kebijakannya.
Abdul Azis Said
5 Juli 2022, 15:07
bank indonesia, suku bunga, bunga acuan
Arief Kamaludin | Katadata
Ilustrasi. BI diperkirakan masih akan mempertahankan bunga acuannya di level 3,5% dengan tingkat inflasi inti bulan Juni tersebut.

Inflasi inti pada bulan Juni belum naik signfiikan masih di 2,63% secara tahunan, masih di bawah titik tengah target inflasi BI di 3%. Inflasi inti ini menjadi indikator penting bagi Bank Indonesia menentukan arah kenaikan suku bunga kebijakannya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, indeks harga konsumen (IHK) Juni  sudah melampaui 4% secara tahunan, namun inflasi inti belum naik signifikan. Kenaikan inflasi inti secara bulanan 0,19% bahkan lebih rendah dibandingkan Mei sebesar 0,23%. Tingkat inflasi inti ini akan mempengaruhi arah kebijakan bank sentral pada pertemuan bulan ini.

Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan, BI masih akan mempertahankan bunga acuannya di level 3,5% dengan tingkat inflasi inti bulan Juni tersebut. Ia mengatakan BI baru akan mengerek suku bunga kebijakannya saat inflasi inti mencapai titik tengah target di 3%.

"Kalau BI konsisten dengan fokusnya dalam menunggu inflasi inti naik, kami melihat bunga masih akan di tahan bulan ini," kata dia kepada Katadata.ci.id, Selasa (5/7).

Advertisement

Inflasi inti diperkirakan baru akan naik ke atas 3% pada agustus mendatang. Hal ini didorong oleh pemulihan ekonomi yang terus berlanjut. Oleh karena itu, ia memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga paling cepat pada bulan depan. 

Meski demikian, menurut dia, BI perlu mempertimbangkan aspek lainnya dalam menetapkan kebijakan suku bunga bulan depan. Inflasi harga bergejolak terus melonjak dan mencapai 10% pada bulan lalu. Selain itu, kenaikan bunga kebijakan juga baru akan memiliki waktu tunda 1-2 bulan untuk mempengaruhi inflasi.

BI juga seharusnya melihat potensi tekanan rupiah lebih lanjut seiring surplus neraca dagang yang terus menyusut. 

Berbeda dengan Irman, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat BI bakal mengerek bunga pada pertemuan bulan ini sekalipun inflasi inti belum naik signifikan. Bunga acuan diramal naik 25 bps menjaid 3,75% pada bulan ini.

"Biasanya kebijakan moneter itu forward looking, bukan melihat kondisi sekarang, tapi bagaimana 6-12 bulan ke depan," kata dia kepada Katadata.co.id

Ia memperkirakan, inflasi inti akan menyentuh level 3% bulan depan. Kenaikan diramal berlanjut karena sejumlah faktor.  Permintaan agregat terus menguat, kredit juga diperkirakan tumbuh hingga dua digit pada tahun ini.

Di samping itu, kenaikan inflasi headline yang saat ini mencapai 4,35% juga bisa mempengaruhi komponen inti. Selama harga pangan dan energi masih tinggi, maka inflasi inti juga berisiko terus menanjak.

BI sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa pihaknya baru akan  melakuaknpenyesuaian kebijakan bunga jika inflasi secara fundamental sudah meningkat. Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangannya baru-baru ini juga mengatakannya pihaknya siap mengubah kebijakan untuk merespon gejolak di perekonomian dan sektor keuangan.

"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik, merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan stabilitas keuangan, termasuk penyesuaian lebih lanjut stance kebijakan bila diperlukan," kata Perry dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/7).

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait