Pemerintah Beri Diskon Utang ke 2.109 Debitur, Pasien RS Terbanyak

Agustiyanti
6 Desember 2022, 16:53
utang, debitur, pasien rumah sakit
ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/rwa.
Ilustrasi. Pemerintah memberikan keringanan pembayaran utang terhadap 1.049 pasien rumah sakit pada sepanjang tahun ini.

Pemerintah telah menyelesaikan 2.109 berkas kasus piutang negara debitur kecil yang memperoleh keringanan utang sepanjang tahun ini hingga 30 November 2022. Hampir separuhnya adalah pasien-pasien di rumah sakit milik pemerintah. 

"Para debitur ini mengikuti program keringanan utang. Kami berikan diskon hingga 80%," ujar Direktur Barang Milik Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Encep Sudarwan dalam media briefing di Jakarta, Selasa (6/12). 

Ia menjelaskan, berkas kasus piutang negara yang paling banyak diselesaikan adalah milik pasien-pasien rumah sakit. Jumlahnya mencapai 1.049 berkas, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 471 berkas. "Rata-rata utangnya di bawah Rp 8 juta dan mereka mendapatkan diskon hingga 80% saat menyelesaikan utangya, " ujarnya. 

Berdasarkan data DJKN, RUSP Fatmawati memiliki jumlah berkas paling banyak yang diselesaikan pada tahun lalu, yakni mencapai 190 berkas. RSUPN Cipto Mangunkusumo memiliki 180 berkas, disusul RSUP IG.N.G Ngoerah Denpasar sebanyak 151 berkas, serta RSUP Persahabatan dan RSPI Prof DR Sulianti Saroso masing-masing 78 berkas. 

Ia menjelaskan, pemberian keringanan utang ini dilakukan kepada debitur yang penagihan piutangnya sudah diserahkan dari rumah sakit ke panitia urusan piutang negara (PUPN). Keringanan utang berupa diskon hingga 80% diberikan kepada debitur yang berkasnya masuk ke PUPN paling lambat 31 Desember 2022. 

Selain kepada pasien rumah sakit, Encep menyebut, keringanan utang juga diberikan kepada mahasiswa dan pelaku UMKM. Ia menyebut, terdapat 237 mahasiswa mendapatkan keringanan dan telah menyelesaikan utangnya. Jumlah ini sedikit menurun dibandingkan tahun lalu sebanyak 254 mahasiswa.

"Utang mahasiswa ini karena menunggak SPP ataupun misalnya tidak menyelesaikan kuliahnya saat mendapatkan beasiswa dari pemerintah." ujarnya. 

Meski demikian, Kemenkeu menekankan bahwa keringanan utang hingga 80% yang diberikan kepada mahasiswa saat membayarkan utang SPP hanya berlaku bagi penagiahan utang yang telah diserahkan kepada PUPN. "Kami tentu mendorong agar universitas menyelesaikan lebih dulu piutang-piutang yang mereka miliki," kata dia. 

Keringanan utang juga diberikan kepada debitur UMKM yang terdiri dari 92 berkas. Jumlah ini turun dibandingkan 2021 yang mencapai 232 berkas. 

Dari total penyelesaian utang debitur kecil pada tahun ini, menurut Encep, kas negara memperoleh setoran sebesar Rp 1,42 miliar, sedangkan penyerah piutang memperoleh Rp 14,61 miliar. Sementara itu, total outstanding piutang negara turun dari Rp 101,2 miliar menjadi Rp 77,14 miliar. 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait