Sri Mulyani Gelontorkan Rp 63 T untuk Pemberdayaan Perempuan Tahun Ini

Alokasi anggaran untuk perempuan tersebar di berbagai kementerian, bukan hanya alokasi lewat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA).
Abdul Azis Said
22 Desember 2022, 14:06
UMKM, sri mulyani
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, hampir separuh UMKM yang ada di dalam negeri dinahkodai perempuan.

Kementerian Keuangan memiliki kebijakan untuk manandai alokassi anggaran atau tagging dalam APBN yang  difokuskan untuk pemberdayaan perempuan Indonesia. Anggaran yang berbasis gender itu mencapai Rp 63,4 triliun pada tahun ini.

"Tagging anggaran adalah anggaran yang dikeluarkan dan digunakan seluruh kementerian dan lembaga (K/L) untuk memperkuat atau memiliki dimensi penguatan gender, yaitu cirinya memberikan peranan dan kesempatan kepada perempuan untuk berkontribusi," kata Sri Mulyani dalam acara Talkshow Hari Ibu: Perempuan Berdaya Indonesia Maju, Kamis (22/12). 

Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Keuangan, Putut Hari Satyaka mengatakan, anggaran puluhan triliun ditandai sebagai 'anggaran responsif gender'. Meski demikian, dana itu merupakan gabungan dari berbagai kementerian, bukan hanya alokasi lewat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA).

"Yang terbesar salah satunya di Kemensos berupa anggaran untuk program PKH yang memang menyasar Ibu dan anak," kata Putut lewat pesan singkat hari ini.

Dalam peringatan hari ibu, Sri Mulyani mengungkit peran signifikan perempuan dalam perekonomian Indonesia. Hampir separuh UMKM yang ada di dalam negeri dinahkodai perempuan.

Ia menyebut upaya pemberdayaan kepada UMKM secara tidak langsung juga ikut memberdayakan perempuan. Pemerintah telah menggelontorkan sejumlah program untuk pemberdayaan UMKM, salah satunya pemberian subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR). Pemerintah menargetkan subsidi bunga diberikan untuk 370 triliun KUR.

"Sebagian besar dari kreditur tersebut dinikmati oleh UMKM yang dimiliki perempuan," kata Sri Mulyani.

Selain itu, perempuan yang memiliki usaha mikro ini juga bisa mengakses dukungan dari program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang disediakan oleh PIP. Melalui program UMi, PIP menerima anggaran dari negara untuk kemudian disalurkan kepada pelaku usaha ultra kecil melalui lembaga keuangan bukan bank (LKBB).

Bendahara negara itu menuturkan, dukungan terhadap UMKM lewat keuangan negara menjadi penting karena  banyak perempuan yang memulai usahanya tanpa persiapan memadai, baik dari sisi pengetahuan hingga jejaring. Dorongan bagi perempuan untuk memulai usaha tidak jarang untuk membantu perekonomian rumah tangga. 

"Perempuan sering masuk ke dalam kegiatan ekonomi bukan karena persiapan matang tetapi karena harus melakukan, as a matter of survival, sebagai sesuatu untuk memberikan dukungan pada perekonomian rumah tangganya," kata dia.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait