LIPI Sebut Virus Covid-19 Lebih Menular Ketimbang SARS dan MERS

Membran Covid-19 lemah terhadap antiseptik seperti sabun
Ameidyo Daud Nasution
30 Mei 2020, 06:30
virus corona, covid-19, LIPI
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.
mural tentang pandemi Covid-19 di Selapajang, Tangerang, Banten, Selasa (31/3/2020). Peneliti LIPI (29/5) sebut virus corona lebih menular dari SARS dan MERS

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meyakini bahwa Covid-19 lebih menular dibandingkan jenis corona lain seperti SARS dan MERS. Ini lantaran virus yang kerap disebut SARS-CoV-2 itu memiliki karakteristik yang lebih efisien dalam mengikat diri di enzim angiotensin converting enzyme 2 atau ACE2.

ACE2 menempel di membran sel beberapa organ dan bisa disebut sebagai pintu masuk virus untuk menginfeksi dan memperbanyak diri. Tak hanya itu, Covid-19 juga memiliki materi genetik RNA yang cepat bermutasi.

Setelah mengikat diri dan masuk sistem sel, virus akan berkembang jutaan dan menginfeksi sel sehat. “Itu makanya dia sangat menular," kata Manager Laboratorium Bio Safety Level 3 LIPI Ratih Asmana Ningrum dalam sebuah webinar, Jumat (29/5).

(Baca: Lebih Cepat, Ilmuwan AS Fauci Optimis Vaksin Corona Ditemukan November)

Advertisement

Ratih menjelaskan 83% reseptor ACE2 ada di sel paru-paru dan menjadi alasan mengapa gejala corona sering menyerang saluran napas terlebih dulu. Namun enzim ini juga berada di ginjal dan saluran pencernaan. Ini mengapa pada kasus berat virus bisa menyebabkan diare serta gagal ginjal. “Pada kasus berat, respons imun menjadi gagal,” katanya.

Meski demikian Ratih menjelaskan bahwa Covid-19 memiliki kelemahan yakni membran yang rapuh jika terkena cairan pembersih atau antiseptik seperti sabun. Makanya pemerintah kerap meminta masyarakat rajin mencuci tangan.

Sedangkan peneliti Universitas Zhejiang, tiongkok, Prof. Li Lanjuan April lalu menemukan bahwa Covid-19 telah bermutasi menjadi 33 jenis. Bahkan beberapa mutasi virus dapat dikatakan langka dan lebih mematikan.

Dari uji coba yang dilakukan, tim Universitas Zhejiang menemukan jenis yang paling agresif yakni ZJU-2 mampu menghasilkan viral load 270 lebih banyak dari yang paling lemah. "Sars-CoV-2 telah bermutasi dan mampu mengubah patogen secara substansial," ujar Li dalam penelitiannya.

(Baca: Tipe Virus Corona di Indonesia Belum Teridentifikasi)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait