Pasien Corona RI Bertambah 1.655 Orang, 50% Berasal dari 3 Wilayah

Secara total, sudah ada 89.869 orang yang dinyatakan positif terkena corona di Indonesia.
Ameidyo Daud Nasution
21 Juli 2020, 16:41
Sejumlah pengemudi ojek daring (ojol) mengikuti tes usap (swab test) di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Banten, Jumat (17/7/2020). Tes usap yang diinisiasi Dinas Kesehatan Provinsi Banten tersebut dilakukan menjelang pengoperasian kembali ojol untu
ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.
Tes usap di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Banten, Jumat (17/7/2020). Jumlah kasus corona di Indonesia hingga Selasa (21/7) bertambah 1.655 orang.

Jumlah kasus corona RI bertambah  1.655 menjadi 89.869 orang pada rilis data pemerintah hari Selasa (21/7). Separuh dari tambahan pasien tersebut berasal dari tiga provinsi yakni DKI Jakarta sebanyak 433 orang, Jawa Timur yakni 283 orang, dan Jawa Tengah yang melaporkan 121 kasus.

Kenaikan kasus ini didapatkan dari tambahan uji 22.262 spesimen. Secara total, jejaring laboratorium yang ada di Indonesia telah memeriksa 1.257.807 spesimen.

Sedangkan terhitung hari ini pemerintah tak lagi mengumumkan kasus baru corona secara lisan. Jumlah kenaikan kasus corona dapat diakses dari laman Covid19.go.id yang sebelumnya digunakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Gugus Tugas sendiri telah dibubarkan Presiden Joko Widodo dan digantikan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19. “Update kasus harian dapat dilihat di www.covid19.go.id,” kata Juru Bicara Sattgas Penanganan  Covid-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers virtual, Selasa (21/7).

Advertisement

 

Jumlah pasien sembuh hari ini bertambah 1.489 menjadi 48.446 orang. Namun angka kematian akibat corona juga meningkat 81 menjadi 4.320 orang.

Adapun jumlah orang yang dinyatakan suspect Covid-19 juga bertambah menjadi 44.003 orang. Secara total, sudah ada 469 kabupaten dan kotamadya di RI yang telah terdampak corona.

“Kami harap semua bisa menjaga imunitasnya dan betul-betul bekerja sama membuktikan masyarakat Indonesia bisa disiplin,” kata Wiku.

Wiku hari tampil perdana usai menggantikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto sebagai juru bicara. “Presiden RI telah menunjuk saya sebagai juru bicara Satgas Penanganan Covid-19,” katanya.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait