Gandeng Swasta-RSPP, Dewan Pers Gelar Tes Corona ke 100 Pekerja Media

Selain perlindungan pekerja media, langkah ini dilakukan sebagai antisipasi munculnya orang tanpa gejala Covid-19.
Ameidyo Daud Nasution
28 September 2020, 13:48
media, virus corona, dewan pers
ADI MAULANA IBRAHIM|KATADATA
Petugas medis melakukan tes Swab COVID-19 kepada penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5). Tes swab tersebut dilakukan kepada 200 calon penumpang KRL secara acak sebagai salah satu langkah untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus COVID-19 di transportasi umum.

Dewan Pers bersama Lippo Karawaci dan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) menggelar tes usap polymerase chain reaction (PCR) keapda 100 wartawan dan pekerja media. Pengujian dilakukan di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (28/9).

Ketua Komisi Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers Agus Sudibyo mengatakan tes dilakukan lantaran wartawan menjadi salah satu profesi yang berada di garis depan penanganan corona.

“Dalam melindungi dan meringankan beban wartawan, Dewan Pers akan berusaha melaksanakan tes swab polymerase chain reaction (PCR) untuk karyawan,” kata Agus Sudibyo dalam keterangan tertulis, Senin (28/9).

Chief Executive Officer  (CEO) Lippo Karawaci John Riady mengatakan dukungan ini diberikan bagi perlindungan terhadap peran media guna menyampaikan informasi publik terkait Covid-19.

Advertisement

“Kami berterima kasih kepada seluruh wartawan di Indonesia atas dedikasi dan kontribusinya di masa sulit ini,” kata John.

Sedangkan Direktur RSPP Dr Syamsul Bahri mengatakan langkah ini dilakukan sebagai antisipasi munculnya orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Selain PCR, RSPP juga menyiapkan fasilitas perawatan khusus pasien corona di Simprug, Jakarta Selatan.

“Pekerja media merupakan profesi yang rentan, untuk itu kami melakukan pemeriksaan swab PCR,” katanya.

Pemerintah juga mendorong swasta untuk menggelar tes demi mendeteksi penularan corona. Bahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan mereka sedang mengevaluasi biaya pengadaan demi menetapkan harga tes pihak non pemerintah. “Kementerian Kesehatan akan mengkaji dan evaluasi lagi,” kata Airlangga beberapa hari lalu.

Pelibatan swasta dalam melakukan juga telah dilakukan pemerintah Sedangkan pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melibatkan swasta untuk menggelar tes Covid-19. Ini lantaran pemda tak memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan pengujian berskala besar.

Gubernur DKI Anies Baswedan Agustus lalu menjelaskan separuh tes di ibu kota dilakukan oleh pihak swasta. Dia berharap dengan jumlah tes tinggi, maka kondisi penularan corona di Jakarta dapat diketahui.

“Bukan semata-mata menunggu di rumah sakit tapi mencari orang yang berada di luar sana yang sudah terpapar tapi tidak menyadari," ujarnya Jumat (21/8) dikutip dari Tempo.co.id.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait