Jokowi Kantongi 16 Nama Calon Direksi BPJS Kesehatan, Ada Eks Wamenkes

Nama mantan juru bicara pemerintah dalam penanganan Covid-19 Achmad Yurianto masuk sebagai bursa calon Dewan Pengawas BPJS Kesehatan
Image title
8 Januari 2021, 11:53
bpjs kesehatan, jokowi, direksi bpjs
ANTARA FOTO/Fauzan/aww.
Pegawai melayani peserta BPJS Kesehatan di Cikokol, Kota Tangerang, Banten, Rabu (1/7/2020). Presiden Joko Widodo telah menerima nama calon Direksi dan Dewas BPJS Kesehatan.

Presiden Joko Widodo telah menerima 16 nama calon Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan 13 nama calon anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan. Hal ini seiring dengan masa jabatan Direksi dan Dewas BPJS yang berakhir pada 19 Februari 2021.

Adapun, nama-nama calon Direksi BPJS Kesehatan dan calon anggota Dewas BPJS Kesehatan diajukan oleh Panitia Selekesi. Panitia tersebut beranggotakan 7 orang yang terdiri dari perwakilan pemerintah dan masyarakat.

"Sejak tanggal 21 September 2020, Panitia Seleksi calon anggota Dewas dan calon Direksi BPJS Kesehatan sudah mulai bekerja," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno, seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Jumat (8/1).

 

Advertisement

Salah satu nama calon Direksi yang masuk ialah Wakil Menteri Kesehatan 2011-2014 Ali Ghufron Mukti. Selain itu, ada pula Deputi Direksi Bidang Treasury dan Investasi BPJS Kesehatan Arief Witjaksono Juwono Putro. Kemudian, ada juga Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Resiko BPJS Kesehatan Mundiharmo yang masuk sebagai calon Direksi.

Jokowi juga akan memilih nama calon anggota Dewas BPJS Kesehatan dari unsur pemerintah. Salah satu nama calon adalah Achmad Yurianto, eks juru bicara pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Sedangkan untuk calon anggota Dewas dari unsur lainnya telah diajukan Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui surat pada 29 Desember 2020. Surat tersebut diterima oleh Sekretaris Jenderal DPR pada 30 Desember 2020.

"Kami sangat mengharapkan DPR untuk segera menindaklanjuti pemilihan calon anggota Dewas BPJS Kesehatan dalam waktu yang cepat ini,” ujar Pratikno.

Secara rinci, nama-nama calon Direksi BPJS Kesehatan ialah sebagai berikut:

1. Lily Kresnowati (Direktur Utama PT Cokro Cendekia Indonesia)
2. Edwin Aristiawan (Direktur Wholesale and International Service (WINS) PT Telekomunikasi Indonesia)
3. Ali Ghufron Mukti (Wakil Menteri Kesehatan 2011-2014, PJs Rektor Universitas Trisakti)
4. Yulherina (Direktur PT Dukung Medika Selaras)
5. Evi Afiatin (Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan
6. David Bangun (Komisaris PT Gihon Telekomunikasi Indonesia
7. Mahlil Ruby (Konsultan Jaminan Kesehatan Nasional)
8. M. Yani (ASN BKKBN)
9. Andi Afdal (Deputi Direksi Bidang Manajemen Data dan Informasi BPJS Kesehatan)
10. Albertus Kurniadi (Kepala Subdirektorat Mitigasi Risiko APBN)
11. Mundiharmo (Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Resiko BPJS Kesehatan)
12. Arief Witjaksono Juwono Putro (Deputi Direksi Bidang Treasury dan Investasi BPJS Kesehatan)
13. Ari Dwi Aryani (Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan
Kesehatan Primer BPJS Kesehatan)
14. Eddy Sulistijanto (Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat dan Jambi)
15. Fachrurrazi (Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Jawa Barat)
16. Fadlul Imansyah (Director of Sharia & Fixed Income Head PT Principal Asset Management)

Sedangkan, nama-nama calon anggota Dewas BPJS Kesehatan, adalah sebagai berikut:

Mewakili unsur Pemerintah:

1. Alexander Zulkarnain
2. Regina Marina Wiwieng
3. Achmad Yurianto

Mewakili unsur pekerja:

1. Indra Yana
2. James Sagala
3. Eduard Parsaulian Marpaung
4. Siruaya Utamawan

Mewakili unsur pemberi kerja:

1. Tri Andhi Suprihartono
2. Iftida Yasar
3. Misbahul Munir
4. Inda Deryanne Hasman

Mewakili unsur tokoh masyarakat:

1. Ibnu Naser Arrohimi
2. HM Zulfikar

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait