Jokowi Berharap Vaksin Bisa Lindungi Pekerja Media dari Covid-19

Awak media merupakan bagian dari pekerja publik yang mengikuti pemberian vaksin tahap kedua.
Ameidyo Daud Nasution
25 Februari 2021, 10:21
pers, jokowi, vaksin covid-19
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato secara virtual dalam acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Ancol, Jakarta, Selasa (9/2/2021). Jokowi berharap pemberian vaksin yang dimulai Kamis (25/2) bisa memberi perlindungan kepada awak media.

Presiden Joko Widodo pagi ini menghadiri pelaksanaan vaksinasi kepada pekerja media di Hall Basket Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/2). Presiden memantau jalannya pemberian vaksin Covid-19 kepada insan pers.

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan bahwa vaksinasi kepada pekerja media ini merupakan realisasi janji saat Hari Pers 8 Februari lalu. Awak media merupakan bagian dari pekerja publik yang mengikuti pemberian vaksin tahap kedua.

“Kami berharap bisa memberi perlindungan ke awak media terutama yang ada di lapangan berinteraksi dengan publik dan narasumber,” kata Jokowi dalam siaran virtual, Kamis (25/2). 

Presiden berharap vaksinasi pekerja pers tak hanya dilakukan di Jakarta namun di wilayah lain juga. “Sehingga semua segera mendapatkan vaksinasi,” ujar Jokowi.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Informatika Johny G. Plate, dan Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh.

Adapun vaksinasi Covid-19 pada hari pertama diikuti oleh 1.838 awak media. Proses diawali dengan registrasi KTP dan pengambilan nomor antrean sesuai urutan kedatangan calon penerima vaksin.

Adapun, antrean dilakukan di luar gedung Hall A. Selama mengantre, calon penerima vaksin disediakan kursi dengan pemberian jarak satu sama lain.

Setelah itu, calon penerima penerima vaksin akan diberikan kartu verifikasi untuk mendata identitas diri, hasil screening, data vaksin, dan hasil observasi. Untuk mengetahui hasil observasi, penerima vaksin akan diminta menunggu selama 30 menit. Setelahnya, penerima vaksin akan diberikan kartu imunisasi.

Pemerintah telah memulai vaksinasi tahap kedua pada pada 17 Februari 2021. Total sasaran vaksinasi tahap kedua mencapai 38,5 juta orang yang terdiri dari 16,9 juta pekerja publik dan 21,5 juta lansia.

Selain awak media, pekerja publik terdiri dari pendidik (guru & dosen), pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, TNI, Polri, dan Satpol PP, pelayan publik termasuk perangkat desa, BUMN, BUMD, dan pemadam kebakaran. 

Selain itu, petugas transportasi publik, atlet, dan pelaku sektor pariwisata termasuk staf hotel, restauran dan tempat wisata akan mendapat giliran vaksinasi tahap kedua.

Pemerintah juga menyiapkan vaksinasi untuk 5.000 atlet, ofisial, dan tenaga pendukung. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 itu akan dimulai di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (26/2).

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyebut program vaksinasi tahap pertama akan difokuskan pada atlet yang akan mengikuti kejuaraan dalam waktu dekat, seperti Olimpiade Tokyo. “Atlet, pelatih, ofisial dan tenaga pendukung kami prioritaskan untuk yang akan ada kegiatan,” kata Zainudin dilansir dari Antara pada Rabu (24/2).

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait