Diawali Tarian 'Petruk Divaksin', Jokowi Cek Vaksinasi Seniman Yogya

Pekerja seni menghadapi situasi yang tidak mudah karena pandemi Covid-19.
Image title
10 Maret 2021, 13:22
covid-19, virus corona, jokowi
Katadata
Presiden Joko Widodo bersama seniman Butet Kertaredjasa memantau vaksinasi seniman di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Bantul, Yogyakarta, Rabu (10/3). Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden.

Presiden Joko Widodo memantau vaksinasi Covid-19 massal kepada 517 seniman di Yogyakarta. Vaksinasi diberikan kepada seniman musik, tari, seni rupa, pelukis, seniman tradisional, dan seniman modern.

 

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, pekerja seni menghadapi situasi yang tidak mudah karena pandemi Covid-19. Namun, semangat para seniman perlu dijaga agar mereka dapat terus berkarya.

"Semuanya tadi divaksinasi dan semuanya berjalan dengan lancar," kata Jokowi di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja milik seniman Butet Kertaredjasa, Bantul, Rabu (10/3). 

 

Presiden lalu berharap, pemberian vaksin dapat melindungi seniman dari virus corona. "Kami harapkan para seniman, pekerja seni, semuanya bisa terlindungi dari Covid-19," ujar dia.

Pemberian vaksin diawali dengan aksi teatrikal berjudul 'Petruk Divaksin' yang dihelat di padepokan tersebut.  Dalam salah satu adegan, Gatotkaca menghentikan tarian Petruk untuk menerima vaksin. Hal agar aktivitas menari dan seni bisa berjalan dengan produktif serta aman dari Covid-19.

"Saya satria pringgodani Gatotkaca, otot kawat, tulang besi, disuntik kok. Harus ikut mendukung karena pemerintah sudah mengupayakan vaksin gratis," kata Gatotkaca kepada Petruk.

Petruk lalu beranjak ikut vaksinasi di aula tersebut. Sedangkan Jokowi bersama Gatotkaca ikut menemani Petruk yang mendapatkan suntikan kekebalan corona.

Sedangkan Butet mengatakan, para seniman berkomitmen untuk menjaga keselamatan dengan melakukan vaksinasi. Meski vaksin Covid-19 diberikan, mereka tetap melaksanakan protokol kesehatan.

"Ini sangat menyenangkan, membanggakan karena memang kita punya komitmen bersama untuk menyelamatkan kehidupan bersama dengan merelakan diri disuntik vaksin," katanya.

Pemerintah telah memulai vaksinasi tahap kedua pada pada 17 Februari 2021. Total sasaran vaksinasi tahap kedua mencapai 38,5 juta orang yang terdiri dari 16,9 juta pekerja publik dan 21,5 juta lansia.

Selain seniman, pekerja publik terdiri dari pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, TNI, Polri, Satpol PP, perangkat desa, BUMN, BUMD, dan pemadam kebakaran. Selain itu, petugas transportasi publik, awak media, atlet, dan pelaku sektor pariwisata termasuk staf hotel, restoran dan tempat wisata akan mendapat giliran vaksinasi tahap kedua.

Hingga 9 Maret pukul 14.00 WIB, vaksinasi tahap pertama telah diberikan kepada 3.337.026 orang.  Sementara, vaksinasi tahap kedua telah diberikan kepada 1.197.772 orang.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait